Minggu, 26 September 21

Sudah Terpilih Jadi Presidium KAHMI Jatim, Ridwan Hisjam Malah Mundur, Kenapa?

Sudah Terpilih Jadi Presidium KAHMI Jatim, Ridwan Hisjam Malah Mundur, Kenapa?
* Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam dalam.acara Muswil V KAHMI Jatim di Magetan. (Foto: Albar)

Magetan, Obsessionnews.com – Musyawarah Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) V Jawa Timur (Jatim) yang berlangsung di Telaga Sarangan, kaki Gunung Lawu Kabupaten Magetan sudah berakhir pada Minggu (30/5/2021).

Muswil KAHMI Jatim telah memilih tujuh orang untuk menjadi Presidium KAHMI. Di mana di urutan pertama Edi Purwanto mendapat 25 suara, disusul Haruna Sumitro 23 suara, Ali Mufthi 22 suara, Agung Mulyono 21 suara, Ridwan Hisjam 21 suara, Bawon Adi Yithoni 20 suara, dan Agus Machfuz 17 suara.

Yang menarik, dalam proses penetapan itu, tiba-tiba nama Ridwan Hisjam mengundurkan diri sebagai presidium KAHMI Jatim. Padahal dia sudah terpilih. Mengapa? Apakah karena Muswil tidak demokratis, atau tidak sesuai AD/ART?

Ditemui di lokasi acara, politisi senior Partai Golkar itu menyatakan, ia mundur bukan karena Muswil KAHMI Jatim tidak sesuai AD/ART, melainkan karena ia ingin menyerahkan kepemimpinan KAHMI Jatim kepada yang lebih junior.

“Ya! Alasannya ingin Muswil ini bisa lebih hidup dan lebih berwarna, sehingga setelah saya terpilih sebagai presidium, saya kemudian memilih untuk mundur, dan saya menyerahkan kepengurusan yang baru ini kepada yang lebih muda atau junior saya,” ujar Ridwan.

Lantas kenapa dari awal niat maju? Ia menyebut dirinya mau maju sebagai calon Presidium KAHMI Jatim tidak lain untuk ikut meramaikan agar Muswil Jatim lebih semarak, lebih menggelegar, lebih terdengar lagi suaranya, bukan hanya di wilayah Jatim, tapi juga nasional. Muswil ini kata dia, harus lebih semarak.

“Mundurnya saya dalam proses ini, sama seperti pada saat pencalonan, banyak tokoh-tokok politik nasional, teman pengusaha dan akademisi semua pada kaget mendengar saya maju. Mereka tanya, nggak salah ini Pak Ridwan, apa tidak turun pangkat?” kata dia.

“Ya saya katakan hari ini tidak ada istilah turun pangkat. Karena sebenarnya niat awal saya maju dalam Muswil ini karena ingin menjadikan Muswil ini lebih semarak, lebih hidup dan lebih terdengar suaranya dengan banyaknya kehadiran para tokoh,” tambahnya.

Terbukti memang dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti Ridwan Hisjam yang sudah lima kali menjadi anggota DPR RI, Muswil menjadi lebih hidup. Paling tidak jumlah pendaftar calon presidium menjadi lebih banyak, ada 36 orang. Namun 23 dinyatakan lolos, 2 orang lagi kemudian mundur.

“Untuk di KAHMI saya kira sudah cukup ya, karena saya sudah lima periode ini duduk sebagai anggota DPR/DPRD. Pernah juga jadi Ketua HIPMI, Ketua REI (Realestat), Ketua PII (Insinyur), dan Ketua DPD Golkar Jatim. Biar KAHMI ini dipegang sama junior-junior yang lebih muda,” ucapnya.

Sempat terdengar rumor, mundurnya Ridwan karena tidak mendapatkan suara terbanyak, yakni karena ada diposisi ke 5 dengan 21 suara. Ia pun membantah, ia menegaskan bukan itu alasannya, karena 7 orang yang sudah ditetapkan sebagai presidium selanjutnya tidak ditentukan oleh suara.

Mereka sama-sama presidium, dimana jabatan koordinator itu nanti akan bergantian selama 7 bulan. Setelah 7 bulan nanti diganti lagi oleh koordinator lain sesuai kesepakatan presidium.

“Jadi jabatan koordinator presidium akan dibagi 7 orang selama 5 tahun. Jadi ini sama sekali bukan persoalan suara, karena di KAHMI ini sistemnya presidium bukan presidensil, dimana ketua umum bisa memegang kendali penuh, tapi presidium itu kolektif kolegial,” jelasnya.

Dengan mundurnya, Ridwan maka, posisinya sebagai Presidium kemudian digantikan oleh Imam Nasrullah yang masuk urutan ke 8 dengan perolehan 16 suara. Imam adalah anggota DPRD Ngawi dari Fraksi Partai Golkar yang masih cukup muda, jauh selisih umurnya dari Ridwan Hisjam.

Yang menarik dalam Muswil KAHMI Jatim ini banyak muncul tokoh yang beragam. Mereka ikut menyemarakan, selain Ridwan Hisjam anggota DPR dari Komisi VII Dapil Malang Raya ini, ada juga Prof Sutojo, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan perolehan 8 suara.

Lalu ada Dr Handayani Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dengan memperoleh 4 suara. Dr Jonathan Kepala Dinas Kesbangpol Pemprov Jatim dengan 5 suara, ada lagi M. Nabiel Ketua Harian KONI Jatim dengan 9 suara, dan Prof Zainuddin Maliki anggota DPR RI Komisi X dengan perolehan 3 suara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.