Stigmatisasi Reaksioner dan Komunis Gaya Baru

Stigmatisasi Reaksioner dan Komunis Gaya Baru
Kami umat Islam bukan kelompok reaksioner. Kami umat Islam reaksioner karena membaca buku-buku Marxisme. Kami umat Islam menyadari bahwa stigmatisasi reaksioner merupakan stigmatisasi Marxisme-Leninisme terhadap kelompok-kelompok agamais. Sistem negara yang dikembangkan dan dibangun oleh Marxisme lebih banyak buruknya daripada baiknya. Fasisme-Nazi, Marxisme-Leninisme dan Kapitalisme-Neoliberalisme kalaupun bersandar kepada Materialisme yang berujung sekularisme, maka hasilnya keburukan untuk kemanusiaan. Kalau kami umat Islam bersandar kepada Ketauhidan. Ketika pembantaian kemanusiaan Muslim Rohingya Myanmar dikecam seluruh masyarakat Internasional. Lalu, siapa yang membela pemerintahan Myanmar kalau tidak lain Republik Rakyat Tiongkok yang menganut sistem politik, hukum dan ekonomi komunisme (Komunis Gaya Baru). Di sisi lain, Republik Rakyat Tiongkok merupakan kekuatan politik komunisme di Internasional saat ini. Kerangka berpikir Marxisme jika diradikalisasi hukum deliaktika nya, maka akan mengalami perkembangan hingga melahirkan Kapitalisme-Negara, dalam arti sistem dalam negeri komunis dan sistem di luar negeri kapitastik, seperti Republik Rakyat Tiongkok dan negara komunis lainnya. Jakarta, 19 September 2017Suparman - Panglima Qomando Masyarakat Tertindas (QOMAT)