Selasa, 29 September 20

Status Gunung Merapi Waspada

Status Gunung Merapi Waspada
* Gambaran Gunung Merapi, Yogyakarta. (foto: blog.act.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) telah meningkatkan status Gunung Merapi, Yogyakarta menjadi Waspada sejak Senin (21/5/2018) pukul 23.00 WIB. Untuk itu, dengan meningkatnya status tersebut warga yang berada di dalam radius 3 km dari puncak gunung Merapi dilarang untuk beraktivitas. Selain itu, warga juga dilarang mendaki gunung tersebut untuk sementara waktu.

“Tidak boleh ada aktivitas masyarakat di dalam radius 3 km,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (22/5).

Sejak tadi malam, sebagian masyarakat telah mengungsi secara mandiri. Sekitar 298 warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, misalnya, mengungsi mandiri ke Balai Desa Glagaharjo.

Sebanyak 362 jiwa warga Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele, Kabupaten Boyolali, juga telah mengungsi mandiri di tempat pengungsian Desa Tologolele.  Sementara itu, Jumlah pengungsi mandiri terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendistribusikan bantuan dan masih melakukan pendataan.

Sutopo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing pada isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. “Masyarakat diimbau mengikuti arahan dari Pemda setempat. Pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat,” tuturnya.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi ditunjukkan dengan rentetan letusan freatik dan gempa sebelumnya. Telah terjadi 4 kali letusan freatik disertai suara gemuruh sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) pukul 03.30 WIB.

Hujan abu vulkanik juga sempat jatuh di sekitar Gunung Merapi, seperti wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta meliputi Kecamatan Cangkringan (Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo), Kecamatan Pakem (Desa Purwobinangun, Desa Hargobinangun, Desa Kaliurang), dan Kecamatan Ngemplak (Desa Widomartani). Di wilayah Kabupaten Klaten hujan abu vulkanik jatuh di Kecamatan Kemalang (Desa Balerante dan Desa Panggang). (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.