Jumat, 13 Desember 19

Sri Mulyani Sebut 7 BUMN Rugi Meski Sudah Dapat Suntikan Modal

Sri Mulyani Sebut 7 BUMN Rugi Meski Sudah Dapat Suntikan Modal
* Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Twitter Kemenkeu)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan banyak BUMN yang sudah mendapat Penyertaan Modal Negara. Namun, tidak semua BUMN bisa bangkit dan memberikan keuntungan. Ada juga yang masih tetap rugi, jumlahnya ada tujuh.

“Kerugian terjadi pada tujuh BUMN, yaitu PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PTKrakatau Steel,” ujar Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (2/12/2019).

Sri Mulyani menjelaskan kondisi masing-masing perusahaan yang mengalami kerugian meski mendapat suntikan dana dari pemerintah. Misalnya saja perusahaan PT Krakatau Steel yang mengalami kerugian lantaran harus menanggung beban keuangan saat melakukan konstruksi.

Selain Krakatau Steel, PT PAL juga mengalami kerugian karena meningkatnya beban lain-lain hingga tiga kali lipat dalam beberapa periode ke belakang. Menurutnya, kenaikan beban keuangan itu disebabkan oleh kerugian nilai tukar dan kerugian entita asosiasi, yaitu PT GE Power Solution Indonesia.

Berikutnya, Sri Mulyani mengatakan Perum Bulog mengalami kerugian karena terdapat kelebihan pengakuan pendapatan atas penyaluran Rastra. Sehingga, Bulog pun harus melakukan pembebanan koreksi pendapatan di tahun 2018.

Adapun dua perusahaan, yaitu PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani, tutur Sri Mulyani, merugi karena inefisiensi bisnis, beban bunga, dan perubahan kebijakan pemerintah dalam mekanisme pengadaan benih.

Sementara itu, PT DI mengalami kerugian akibat pembatalan kontrak da pesanan yang tidak mencapai target. Terakhir, PT Dok Kodja Bahari mengalami rugi akibat beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi, yaitu 58 persen dari pendapatan.

Secara keseluruhan, Sri Mulyani memaparkan tren kinerja keuangan perusahaan pelat merah yang mendapat suntikan modal negara sejak 2015-2018. Pada 2015, tercatat 33 perusahaan mendapat laba dan 8 perusahaan rugi. Sementara pada 2016, 33 perusahaan laba dan 8 perusahaan rugi.

Adapun pada 2017, sebanyak 38 perusahaan laba dan 3 perusahaan rugi. Sedangkan pada 2018, kata Sri Mulyani, sebanyak 34 perseroan laba dan 7 lainnya merugi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.