Minggu, 25 Oktober 20

Skandal di Gereja Katolik, Kardinal Lakukan Pelanggaran Seksual

Skandal di Gereja Katolik, Kardinal Lakukan Pelanggaran Seksual
* Kardinal George Pell, bendahara Takhta Suci Vatikan. (BBC)

Ternyata, skandal pelecehan seksual juga terjadi di Gereja Katolik. Kardinal George Pell bersalah atas pelanggaran seksual di Australia. Bahkan, hampir 4.500 orang anak mengklaim menjadi korban pelecehan seks pastor Katolik di Australia.

Seperti dilansir bbc.com, Selasa (26/2/2019), Kardinal George Pell dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran seksual di Australia, menjadikannya sebagai pejabat Vatikan tertinggi yang mendapat vonis semacam itu.

Pell, sebagaimana terungkap dalam pengadilan, melecehkan dua bocah laki-laki anggota paduan suara di beberapa ruangan di Katedral Melbourne pada 1996. Vonis itu dijatuhkan pada Desember 2018 lalu, namun baru bisa dilaporkan oleh media massa saat ini karena alasan hukum. Pell sendiri mengaku tidak bersalah.

Sebagai bendahara Takhta Suci Vatikan, kardinal berusia 77 tahun itu merupakan salah satu pejabat paling berkuasa di Gereja Katolik. Persidangannya digelar dua kali tahun lalu karena panel juri yang pertama gagal mencapai keputusan.

Adapun panel juri kedua memutuskannya bersalah mempenetrasi secara seksual bocah berusia di bawah 16 tahun. Empat dakwaan lainnya berkaitan dengan perbuatan tidak pantas terhadap bocah berusia di bawah 16 tahun. Hukuman terhadap Pell akan diumumkan pada Rabu (27/2).

Kasus ini mengemuka manakala Paus Fransiskus berupaya menangani rangkaian kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh sejumlah pastor di berbagai belahan dunia. Selama ini Gereja Katolik dituduh menutup-nutupi kasus-kasus tersebut.

Sebagaimana dipaparkan dalam persidangan, Pell baru satu tahun menjabat sebagai Uskup Agung Melbourne pada 1996 tatkala dia mendapati beberapa bocah pria di ruangan-ruangan katedral seusia misa.

Setelah mengatakan bahwa mereka akan mendapat masalah karena menenggak minuman anggur untuk komuni, Pell memaksa setiap bocah melakukan perbuatan tidak senonoh. Hal ini dituturkan salah seorang korban. Korban lainnya telah meninggal dunia.

Komisi Penanganan Institusi terhadap Pelecehan Anak mendapat pengakuan korban yang mencapai 4.444 anak di lebih dari 1.000 institusi Katolik yang tersebar di Australia. (BBC)

 

4.500 Korban Pelecehan Seks Pastor
Penyelidikan sebuah badan resmi menemukan bahwa 7% dari semua pastor Katolik di negara tersebut diduga telah melakukan pelecehan seks terhadap anak-anak pada periode antara 1950 hingga 2010. Pada salah satu ordo, lebih dari 40% figur keagamaan di gereja dituding melakoni pelecehan.

Adapun orang-orang yang mengaku menjadi korban mencapai hampir 4.500 anak di lebih dari 1.000 institusi Katolik yang tersebar di Australia. Mereka mengklaim dilecehkan pada periode antara 1980 hingga 2015.

Pengakuan mereka ditangani Komisi Penanganan Institusi terhadap Pelecehan Anak yang dibentuk pada 2013 guna menyelidiki dugaan pelecehan seksual dan fisik di berbagai institusi di Australia, termasuk sekolah, klub olahraga, dan organisasi keagamaan.

Yang membuat depresi adalah kisah para korban serupa, kata Gail Furness, selaku kepala tim pengacara yang membantu kerja komisi tersebut di Sydney. “Anak-anak diabaikan, atau bahkan lebih buruk, dihukum. Tudingan tidak diselidiki. Pastor dan (figur-figur) keagamaan dipindahkan. Jemaat atau komunitas yang menerima mereka tidak tahu kisah masa lalu mereka,” kata Furness. (BBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.