Jumat, 13 Desember 19

Singgih Yehezkiel Didaulat Benahi Tenis Meja Nasional

Singgih Yehezkiel Didaulat Benahi Tenis Meja Nasional
* Mantan Direktur Sirkuit Liga Tenis Meja Utama (Silatama) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) periode 1999-2001 Singgih Yehezkiel. (Foto: Arif RH/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dunia tenis meja Indonesia masih digelayuti awan mendung. Persoalan dualisme kepemimpinan di tubuh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), yang berlangsung lebih dari empat tahun, hingga kini belum ada tanda-tanda penyelesaiannya.

Seperti diketahui PTMSI terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ketua Umum Oegroseno dan Ketua Umum Peter Layardilay. Masing-masing kubu mengklaim sebagai kepengurusan PTMSI yang sah.

Konflik di tubuh PTMSI yang berlarut-larut tersebut jelas merugikan atlet, pelatih, pembina, dan masyarakat pencinta tenis meja.

Akibat kemelut di tubuh PTMSI tersebut cabang tenis meja dicoret dari Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Selain itu Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak mengirimkan atlet tenis meja ke SEA Games 2019 Filipina.

Badai yang melanda PTMSI itu membuat tokoh tenis meja nasional Singgih Yehezkiel prihatin. Singgih pernah menjadi Direktur Sirkuit Liga Tenis Meja Utama (Silatama) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) periode 1999-2001. Ia juga pernah menjadi Direktur Lamtema (Liga Muda Tenis Meja Nasional) PP PTMSI periode 1990-2000.

Sejumlah tokoh, atlet, dan masyarakat tenis meja mendaulat dirinya untuk ikut membenahi tenis meja nasional.

“Sejak sebulan lalu para atlet dan tokoh tenis meja nasional menghubungi saya, meminta saya ikut membenahi tenis meja nasional. Mereka menilai saya tidak berpihak kepada salah satu pengurus PTMSI. Selain itu mereka menilai rekam jejak saya bagus,” kata Singgih saat ditemui obsessionnews.com di GOR Tiga Dewi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/10/2019).

Dalam waktu dekat Singgih bersama David Jacobs dan tokoh-tokoh tenis meja nasional lainnya akan menggelar rembuk tenis meja nasional di Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan November 2019.

Singgih menjelaskan hasil dari rembuk nasional itu akan disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kami akan mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengambil keputusan tentang PTMSI yang sah,” tegas Singgih. (ARH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.