Jumat, 29 Oktober 21

Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Internasional

Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Internasional
* Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Narkoba Antar Negara. (Foto: eksnesw)

Jakarta, Obsessionnews – Sinergi Badan Reserse Kriminal Polri dengan Ditjen Bea Cukai berhasil menggungkap jaringan narkoba yag memanfaatkan celah masuk di kawasan Kepulauan Riau. Kali ini, malah melibatkan pengendali yang sudah menghuni Lembaga Pemasyarakatan Barelang (Batam, Rempang, Galang).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, penindakan kali ini berawal dari informasi adanya peredaran narkotika di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Info awal berlanjut dengan penyelidikan.

“Kemudian kita dapat target dan menangkapnya pada Kamis, 21 Januari 2021 setelah tim membuntuti mobil Daihatsu hitam dengan nomor polisi BP 129 AR di daerah Agas Tanjung, Batam,” kata Argo di Mabes Polri, Jumat, 29/1/21.

Dari dalam mobil kata Irjen Argo, petugas membekuk dua tersangka berinisial SK alias Sefri, dan NS alias Nofri. Polisi juga menemukan dua buah karung berisi jeriken plastik dan sebuah tas hitam berisi narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five atau H-5.

Penyidik kemudian mengembangkan penyidikan hingga berhasil menangkap dua tersangka lainnya yakni HY alias Ferdi, dan H. “Dari empat tersangka terhimpun informasi baru sehingga petugas dapat menangkap tersangka kelima yakni RFH alias Rizky,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Argo, barang laknat tersebut berasal dari Malaysia. Sedangkan pengendali utamanya adalah seseorang narapidana di Lapas Barelang Batam. Sedangkan jaringan peredarannya, kata dia, menjangkau daerah lain hingga Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari lima tersangka, polisi menyita barang bukti berupa delapan bungkus sabu dengan berat 8.206 gram, 21 ribu butir ekstasi, 220 H-5, mobil, telepon genggam, dan kartu SIM telepon seluler. Selanjutnya petugas menjerat para tersangka dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

Selain itu, para tersangka juga kena jerat Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta denda minimal Rp800 juta hingga maksimal Rp8 miliar. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.