Kamis, 23 Januari 20

Setelah Tetapkan 5 Tersangka, Kejagung Panggil Kembali 6 Saksi Kasus Jiwasraya

Setelah Tetapkan 5 Tersangka, Kejagung Panggil Kembali 6 Saksi Kasus Jiwasraya
* Gedung Jiwasraya. (Foto: Gesuri/law-justice.co)

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah menetapkan lima tersangka, Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memanggil enam saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Enam saksi yang dipanggil hadir untuk dimintai keterangan. Dengan begitu jumlah saksi yang sudah dipanggil totalnya mencapai 41 orang.

“Iya hadir,” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

 

Baca juga: Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Jiwasraya

 

Enam orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan itu yakni Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari, mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, Direktur PT Pool Advista Asset Manegement Ferro Budhimeilano.

“Kemudian Direktur PT MNC Asset Management Ferry Kojongian, Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan WK dan Mantan Marketing PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari,” bebernya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno Nomor : SR – 789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/2019 tanggal 17 Desember 2019.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi-transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun.

Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.