Kamis, 2 Februari 23

Setelah Kuartal I 2022, Pan Brothers Bakal Rights Issue Sebesar US$ 50 Juta

Setelah Kuartal I 2022, Pan Brothers Bakal Rights Issue Sebesar US$ 50 Juta
* Ilustrasi kinerja perusahaan PT Pan Brothers Tbk (PRBX). (Foto: tangkapan layar/Pan Brothers)

Jakarta, obsessionnews.comPT Pan Brothers Tbk (PBRX) berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue dengan target dana US$ 50 juta. Rights issue ini rencananya akan dilaksanakan setelah kuartal pertama 2022.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan, pelaksanaan rights issue merupakan bagian dari restrukturisasi untuk mencicil sebagian kewajiban perusahaan. Perusahaan tekstil ini ingin menjalankan komitmen pembayaran kewajibannya kepada kreditur sesuai term sheet restrukturisasi yang sudah disetujui.

“Proses rights issue akan dilakukan setelah Pan Brothers menyelesaikan penandatangan perjanjian pinjaman sebagai bagian dari restrukturisasi dengan semua pihak, baik kreditur sindikasi, bilateral, dan pemegang surat utang,” ujar Anne dalam paparan publik Pan Brothers secara virtual, Rabu (15/12/2021).

Menurut Anne, Pan Brothers dan kreditur bilateral kini tengah mengkaji ulang detail legal perjanjian sehingga ditargetkan rampung pada akhir Desember 2021.

Sementara itu, untuk kredit sindikasi dan pemegang surat utang akan diselesaikan melalui Skema di Pengadilan Tinggi Singapura.

“Dengan begitu, kami berharap semua perjanjian restrukturisasi dapat rampung sebelum kuartal I-2022 berakhir,” tutur Anne.

Pan Brothers juga sudah mengamankan pendanaan bilateral dari perbankan untuk modal kerja. Saat ini, total fasilitas kredit yang dimiliki PBRX berkisar antara US$ 43 juta-US$ 45 juta dari HSBC, Maybank, UOB, dan Bank Permata dengan jangka waktu dua tahun.

Dalam term sheet restrukturisasi, Pan Brothers dapat menambah lagi batas kreditnya hingga US$ 100 juta. Dua bank yang sempat menghentikan fasilitasnya, yakni HSBC dan Maybank juga sudah setuju untuk kembali mengucurkan kredit.

Asal tahu saja, di tengah proses restrukturisasi, dua bank tersebut sempat menghentikan kredit modal kerjanya untuk Pan Brothers. Batas kredit Pan Brothers sempat berkurang dari US$ 225 juta menjadi hanya US$ 28 juta.

“Saat restrukturisasi kami minta komitmen perbankan untuk tidak adanya wanprestasi dalam hal fasilitas ini,” ucap Anne.

Dia berharap, seiring berjalannya waktu, peringkat dan collectability Pan Brothers dapat kembali seperti kondisi normal. Dengan begitu, Pan Brothers juga dapat memfokuskan diri untuk mempunyai likuiditas yang lebih longgar. Mengingat, selama 2020-2021 Pan Brothers banyak dibantu oleh supplier dan buyer yang memberikan garansi, jaminan, dan tempo tanpa kredit modal kerja.

Dalam jangka menengah, Pan Brothers berencana untuk mengurangi pendanaan dari ekuitas dan perbankan. Untuk itu, Pan Brothers sedang mengkaji untuk memperoleh modal kerja dari produk supply chain finance management.

“Pan Brothers bercermin dari Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa yang sudah banyak mengakui pendanaan ini,” pungkas Anne. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.