Selasa, 11 Agustus 20

Serian Wijatno Bersyukur Indonesia Ditunjuk Sebagai Lokasi Museum Nabi Muhammad SAW

Serian Wijatno Bersyukur Indonesia Ditunjuk Sebagai Lokasi Museum Nabi Muhammad SAW
* Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Serian Wijatno bersama Ketua Umum DMI Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)

Jakarta,  Obsessionnews.com –   Indonesia mendapat kepercayaan dari dunia Islam sebagai lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam. Hal ini disyukuri oleh  Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Dr Serian Wijatno.

 

Baca juga:

FOTO Suasana Lokasi Pembangunan Museum Nabi Muhammad

FOTO Peletakan Batu Pertama Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW

 

Serian mengatakan,  semua itu bisa terjadi karena kehendak Allah.

“Tentu saja kita harus bersyukur atas kesepakatan dunia Islam yang menunjuk lokasi pembangunan museum Nabi Muhammad di negara kita,”  tutur Serian kepada obsessionews.com di Jakarta, Jumat (6/3/2020) pagi.

Pria yang juga aktif di pimpinan proyek pembangunan museum bertaraf internasional ini meyakini eksistensi museum itu nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat muslim dan nonmuslim Indonesia.

Karena itu, setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan museum Nabi Muhammad SAW di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020).  Serian mengaku pihak DMI akan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan lembaga riset untuk mengembangkan museum yang juga sebagai pusat keilmuan terkait kehidupan Rasulullah SAW ini.

“Kerja sama dengan berbagai lembaga riset, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam ini sangat penting untuk mewujudkan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang dinamis. Museum ini hendaknya menjadi pusat keilmuan agama Islam, khususnya untuk mempelajari kehidupan Rasulullah SAW secara menyeluruh,” tutur salah satu tokoh muslim Tionghoa Indonesia ini.

Ia menambahkan, museum ini juga akan menggunakan teknologi digital berbasis audio visual. Hal ini tentu akan memudahkan para pengunjung museum untuk lebih memahami sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

“Termasuk penggunaan teknologi 3 Dimensi, Augmented Reality (Realitas Tertambat), Teknologi Informasi, dan Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan),” jelas Serian.

DMI, lanjut mantan atlet  bulu tangkis ini, akan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan dan memajukan museum ini.

“Tujuannya agar sebanyak mungkin elemen masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mendapatkan manfaat dari keberadaan museum ini,” pungkasnya. (Rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.