Sabtu, 20 April 19

Sepanjang 2019, Banyuwangi Gelar Sendratari Meras Gandrung

Sepanjang 2019, Banyuwangi Gelar Sendratari Meras Gandrung
* Kegiatan festival tari di Banyuwangi. (foto: Istimewa)

Banyuwangi, Obsessionnews.com – Banyuwangi akan menggeber sektor pariwisatanya. Bagaimana tidak, sedikitnya di sepanjang 2019 ini Banyuwangi, Jawa Timur,  akan menghelat 14 kali kegiatan dalam Banyuwangi Festival 2019.

Kegiatan itu akan dipusatkan di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi pada 19 Januari 2019 mendatang. Sajian utamanya yakni Sendratari Meras Gandrung. Sebagai pembuka rangkaian kegiatan ini, Festival Lembah Ijen menjadi sebuah pilihan.

Dari keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com pada Minggu (13/1/2019) pemerhati pariwisata Sigit Pramono mengatakan, di sepanjang 2019 ini akan digelar 12 kali pertunjukan Sendratari Meras Gandrung. Ditambah dengan Jazz Gunung Ijen dan Green Run, jelas akan menambah semarak pariwisata Banyuwangi.

Dengan demikian, di Taman Gandrung Terakota akan dihelat sedikitnya 14 kali kegiatan sepanjang tahun ini.

Sigit mengaku, kegiatan yang dilakukan dapat menambah ‘selling point’ Banyuwangi untuk paket-paket wisata yang dijual.

“Khususnya dalam mendukung program promosi penerbangan langsung Banyuwangi-Kuala Lumpur,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengungkapkan, Festival Lembah Ijen sebenarnya merupakan acara pembukaan Majestic Banyuwangi Festival 2019.

Kegiatan ini adalah sebuah prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat setempat. Khususnya yang menghuni kawasan lembah Ijen.

Tujuannya jelas, selain untuk mendukung sektor pariwisata di Banyuwangi, Festival Lembah Ijen dimaksudkan untuk melestarikan seni budaya tradisional. “Tentu saja seni budaya  khas Banyuwangi,” ungkap Rizki

Acara yang diselenggarakan dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta masyarakat dan swasta ini akan menjadi sebuah daya tarik baru pariwisata di daerah setempat.

Pemkab Banyuwangi sendiri telah mencanangkan Lembah Ijen sebagai kawasan pelestarian seni budaya. Sekaligus mendukung kawasan ini menjadi sebuah situs  geopark yang serasi antara alam dan manusia yang tinggal dan hidup di dalamnya.

Festival Lembah Ijen akan berlangsung setiap bulan dengan menampilkan Sendratari Meras Gandrung dan sendratari lainnya. Tak hanya itu, lokasi pertunjukan juga dimeriahkan dengan pasar kuliner makanan tradisional.

“Ada pula kesenian rakyat di Rest Area Jambu. Sangat menarik,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap pementasan sendratari di Taman Gandrung Terakota dapat diagendakan lebih sering. Misalnya, dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali. Bahkan jika memungkinkan, kelak bisa diselenggarakan setiap hari.

“Diharapkan kegiatan pariwisata di Banyuwangi akan semakin lengkap dengan hadirnya wisata berbasis seni budaya tradisional,” ujarnya.

“Persis seperti yang akan diselenggarakan di Taman Gandrung Terakota ini. Hal itu akan melengkapi wisata olahraga berbasis alam seperti lintas  alam, ecogreen run, green bike dan lain-lain,” tambah Arief Yahya.

Dia mengungkapkan, seni budaya tetap menjadi perhatian serius Kemenpar. Sebab, 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

Arief menambahkan, ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi di lebih dari 17 ribu pulau.

Dari beragam suku yang ada, juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat,” tandasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.