Minggu, 7 Juni 20

Sebut Corona Tidak Tahan Panas, Luhut ‘Dibantah’ WHO

Sebut Corona Tidak Tahan Panas, Luhut ‘Dibantah’ WHO
* Menteri Koordinator Maritim dan Investasi selaku Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: maritim.go.id)

Jakarta –  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengatakan bahwa virus Corona tidak akan bisa bertahan di Indonesia karena virus tersebut tidak tahan di cuaca yang sangat panas.

Pernyataan tersebut dilontarkan Luhut pada saat rapat koordinasi yang disiarkan lewat akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis 2 April 2020 lalu. “Dari hasil modelling kita yang ada, cuaca Indonesia, ekuator ini yang panas dan juga humidity tinggi itu untuk Covid-19 ini nggak kuat,” ucap Luhut.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantah dengan tegas pernyataan tersebut. Bahkan WHO mengatakan telah banyak negara yang memiliki cuaca panas melaporkan kasus positif suspek Corona.

“Anda dapat terkena COVID-19, tidak peduli seberapa cerah atau panas cuacanya. Negara-negara dengan cuaca panas telah melaporkan kasus COVID-19,” demikian tertulis dalam website resmi WHO seperti dilansir media online, Sabtu  (3/4/2020).

Untuk menghindari terkena virus Corona, WHO meminta untuk lebih teliti menjaga kebersihan diri dan menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung.

“Untuk melindungi diri Anda, pastikan Anda sering membersihkan tangan dan teliti serta menghindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda,” tandasnya.

Sebelumnya, WHO juga membantah mitos mengenai virus corona dan COVID-19 menyebar menular lewat udara. Melalui unggahan di Instagram resmi WHO berjudul ‘Cek Fakta: COVID-19 Tidak Menular Lewat Udara‘, mereka menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini.

Menurut WHO, virus yang menyebabkan COVID-19 umumnya menyebar lewat droplets atau percikan cairan mulut atau hidung, ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.

“Droplets ini terlalu berat untuk berada di udara. Mereka dengan cepat jatuh ke lantai atau permukaan benda,” tulis WHO dalam unggahan tersebut, seperti dilansir berita online, Senin (30/3).

WHO menambahkan, Kamu bisa terinfeksi dengan cara menghirup virus ini ketika berada dalam jarak kurang dari 1 meter dengan orang yang positif, atau dengan menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi kemudian memegang mata, hidung atau mulut sebelum mencuci tangan.

“Untuk melindungi diri, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh,” lanjut unggahan itu.

Selain itu, cucilah tangan dengan menyeluruh secara rutin dan hindari menyentuh mata, mulut dan hidung. (*/Idtoday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.