Rabu, 24 April 19

SDM Kunci Terselenggaranya Pariwisata Petualangan Gunung

SDM Kunci Terselenggaranya Pariwisata Petualangan Gunung
* Dua orang terlihat sedang mendaki gunung. (foto: Kementerian Pariwisata)

Jakarta, Obsessionnews.comKekayaan alam di Indonesia menjadi tujuan wisatawan mancanegara (wisman) hadir mengisi tempat-tempat pariwisata di negara yang indah ini. Iklim tropis dan keindahan alam Indonesia, menjadi penunjang yang dapat memikat wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk melakukan petualangan di alam bebas, seperti pegunungan.

Pengembangan pariwisata petualangan menjadi peluang besar untuk menyedot perhatian para wisman. Namun sebelum mengembangkan pariwisata petualangan di pegunungan, mesti ada pemantapan Sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian khusus terukur. Hal tersebut  sebagai faktor kunci terselenggaranya pariwisata petualangan yang berkualitas, aman dan nyaman.

Untuk itu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) sebagai wadah profesi pemandu gunung profesional di Indonesia, terus berupaya untuk membangun SDM yang kompeten dan profesional.

Sejak berdiri, APGI telah melakukan berbagai langkah agar profesi pemandu gunung Indonesia menjadi profesional. Salah satu langkah yang dilakukan melalui program sertifikasi kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 816 pemandu gunung se-Indonesia di 16 daerah berbeda.

Sebagian besar dari pemandu gunung Indonesia tersebut lahir bukan dari program pendidikan formal atau non formal bidang kepemanduan gunung, namun lahir dari pendidikan informal, pengalaman organisasi kepecintaalaman atau pengalaman pendakian gunungnya.

Untuk itu memasuki tahun keempatnya APGI mulai melakukan penataan terhadap program pengembangan SDM berbasis kompetensi dengan melaksanakan program kursus dan pelatihan berbasis kompetensi pemandu gunung.

Untuk pelaksanaan yang pertama ini dilakukanlah program “Kursus Pemandu Wisata Gunung Tingkat Dasar Tahun 2019”. Program ini bertujuan untuk mewujudkan SDM pemandu gunung yang kompeten dan siap terjun di industri wisata petualangan.

Program kursus ini dilaksanakan selama 6 hari pada 22-27 Januari 2019 dengan memadukan materi kelas yang dilaksanakan di Gunung Geulis Campsite dan materi praktik atau simulasi pemanduan gunung yang dilaksanakan di Gunung Kencana, Puncak, Jawa Barat.

Program kursus ini diikuti oleh 24 orang dari daerah Jabodetabek, Bandung, Malang dan Lombok, sebagian besar dari peserta sudah pernah mendaki gunung, namun belum pernah memandu gunung dan berminat menekuni profesi sebagai pemandu gunung.

Dalam kesempatan ini kursus pemandu wisata gunung mengambil tema kegiatan “Cerdas, Terampil dan Bertangggung jawab”. Hal ini sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam kursus ini untuk mewujudkan pemandu gunung yang kompeten, dimana unsur kompetensi mencakup tiga bagian yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Kepala Program Kursus Pemandu Wisata Gunung, yang juga merupakan Sekretaris Umum APGI Rahman Mukhlis berharap, setelah pelatihan ini para peserta dapat menjadi pemandu gunung yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab.

Untuk mencapai tujuan itu peserta diberi pengetahuan dasar tentang pemanduan gunung selama tiga hari di kelas, dilatih keterampilan dan ditamankan nilai-nilai atau sikap dasar seorang pemandu gunung melalui simulasi aktivitas pemanduan di Gunung Kencana.

Secara keseluruhan kursus ini memiliki 9 standar kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Pemandu Wisata Gunung (SKKNI PWG) yaitu Pengantar Kepemanduan Gunung, Pemahaman SKKNI PWG, Kepemimpinan dan Manajemen Perjalanan, Teknik Dasar Pendakian Gunung, Manajemen Resiko, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Ilmu Medan Peta dan Kompas, Interpretasi serta Teknik Hospitality. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.