Rabu, 12 Agustus 20

Satu-satunya Atlet Disabilitas, Wartawan OMG Arif RH Juara II Turnamen Tenis Meja Nasional Bali Open 2018

Satu-satunya Atlet Disabilitas, Wartawan OMG Arif RH Juara II Turnamen Tenis Meja Nasional Bali Open 2018
* Wartawan Obsession Media Group (OMG) Arif Rahman Hakim.

Pengantar Redaksi:  Wartawan Obsession Media Group (OMG) Arif Rahman Hakim merupakan satu-satunya atlet penyandang disabilitas yang berpartisipasi dalam turnamen tenis meja tingkat nasional Bali Open 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 30 Juni – 2 Juli 2018. Bali Open diikuti  437 atlet yang dibagi dalam kategori wartawan/media, koperasi, eksekutif, dan kadet. Arif mengikuti kategori media yang berlangsung Sabtu (30/6). Di kategori ini dipertandingkan perorangan.  Arif berhasil menjadi juara II.

OMG adalah penerbit Majalah Men’s Obsession, Majalah Women’s Obsession, situs www.obsessionnews.com, dan situs www.muslimobsession.com.

Berikut penuturannya:

TIDAK ada jalan yang mulus untuk meraih kesuksesan. Hal ini saya alami sendiri.

Namaku telah terdaftar dalam turnamen tenis meja tingkat nasional Bali Open 2018 untuk kategori media di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 30 Juni – 2 Juli 2018. Saya berbendara Obsession Media Group (OMG). Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bali yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, serta Polda Bali.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bali Bintang Puspayoga menyerahkan tropi kepada para pemenang.

Rencananya saya terbang ke Bali dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pesawat Citilink pada Jumat (29/6) pukul 13.45 WIB. Namun, pada Jumat pagi saya terkejut oleh pengumuman dari pemerintah yang menutup semua penerbangan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai karena Gunung Agung di Bali sedang erupsi. Penutupan dilakukan hingga Jumat pukul 19.00 WIB, dan setelah itu akan dilakukan evaluasi apakah bandara akan dibuka kembali atau tidak.

 Jumat pagi dari rumah saya di Bekasi, Jawa Barat, saya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Saya menemui petugas customer service Citilink. Saya minta keberangkatan saya diundur pada Jumat malam. Petugas itu mengatakan tidak bisa karena sudah penuh. Dan itu pun tidak ada jaminan bisa diberangkatkan atau tidak, tergantung kondisi erupsi di Bali.

 Saya lalu minta diberangkatkan Sabtu pagi karena harus mengikuti turnamen tenis meja pada Sabtu pagi. Beruntung ada jatah tersisa untuk keberangkatan Sabtu (30/6) pukul 4.45 WIB, tapi tidak melalui Bandara Halim Perdanakusuma, melainkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten.

 Jumat siang, sekitar pukul 14.00 WIB, saya meninggalkan Bandara Halim Perdanakusuma menuju ke kantorku di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saya berencana menginap di kantor dengan pertimbangan agar bisa lebih cepat sampai ke Bandara Soetta dibandingkan jika saya harus berangkat dari rumah.

Saya menyampaikan apa adanya terkait batalnya saya berangkat di hari Jumat kepada pimpinanku, Pak Sahrudi Rais, Pak Arief Soefiyanto, Mbak Rian, serta teman-teman. Pihak manajemen  memfasilitasi mobil dan sopir untuk mengantarkan saya ke Bandara Soetta pada Sabtu pukul 01.30 WIB dini hari.

Di kantor, meski statusku cuti hingga 2 Juli, saya tetap mengerjakan tugas menulis dan mengedit berita. Saya sempat istirahat sekitar 10 menit pada sore hari. Lalu bekerja lagi.

 Malam itu sebenarnya saya ngantuk berat. Namun, saya paksakan terus bekerja. Saya usahakan tidak tidur, karena takut bangun kesiangan.

 *

 SABTU (30/6) pukul 1.30 WIB dini hari saya diantar sopir kantor, Usro, ke Bandara Soetta. Dalam perjalanan menuju ke bandara saya masih mengantuk.

 Sekitar satu jam kami tiba di terminal IC Bandara Soetta.

 Di Bandara Soetta 3 kaleng lem K3 yang saya taruh di tas disita oleh petugas. Alasannya, tidak boleh bawa lem ke dalam pesawat. Saya bilang lem itu itu mengelem karet pingpong. Tapi, dia tetap nggak mengizinkan lem itu masuk ke dalam pesawat. Ya, sudahlah kalau begitu, saya taat pada peraturan.

 Sekitar pukul 05.30 WIB pesawat Citilink terbang. Saya manfaatkan beristirahat di dalam pesawat. Hampir dua jam kemudian pesawat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 Baru menginjakkan kaki di bandara tersebut saya ditelepon oleh rekanku, Pessy, Ketua Forum Wartawan Koperasi (Forwakop), yang telah tiba duluan di Denpasar. Pessy memintaku segera menuju ke  GOR Lila Bhuana, Denpasar, karena upacara pembukaan turnamen sedang berlangsung.

 Saya naik taksi menuju ke GOR Lila Bhuana. Sesampainya di GOR Ibu Bintang Puspayoga, Ketua Pengprov PTMSI Bali yang juga istri Menteri Koperasi, sedang memberikan sambutan. Dilanjutkan pertandingan eksibisi antara Ibu Bintang dengan Kapolda Bali  Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose.

 *

 BALI Open 2018 diikuti 437 orang dibagi dalam kategori wartawan/media, koperasi, eksekutif, dan kadet. Saya satu-satunya atlet disabiltas (bertangan satu) dalam turnamen ini. Khusus kategori media diigelar turnamen perorangan yang diikuti 42 orang dan terbagi dalam 13 grup. Masing-masing grup berisi 3-4 orang. Saya berada di Grup C8 yang berisi 3 orang. Satu grup hanya diambil juara grup untuk selanjutnya memasuki fase system gugur.

 

Partai final Arif Rahman Hakim (Obsession Media Group) vs Eko Darto alias Eko Kidal (Trans TV).

Tunamen untuk kategori media digelar Sabtu pukul 14.00 WIT dan dituntaskan di hari itu juga. Saya menjadi juara grup C8 setelah mengalahkan Bobby (vivanews.com) dengan skor 3-0, dan Anton Muhajir (wartawan freelance) dengan skor 3-0.

Selanjutnya di fase gugur di perdelapan final saya menang WO karena Syarief (Indopos) tidak hadir di lokasi pertandingan. Selanjutnya di babak perempat final saya menaklukkan Fauzan (Tribun Bali) dengan skor 3-0. Kemudian di babak semi final saya menang melawan Supriyono (RRI) dengan skor 3-0.

 Saya menarik napas lega setelah memastikan masuk final. Di final saya berhadapan dengan Eko Darto alias Eko Kidal (Trans TV). Eko sering menjuarai turnamen khusus wartawan se-Indonesia. Sebelumnya saya dua kali kalah melawan Eko, yakni di semifinal beregu Turnamen Piala Menteri Koperasi di Gedung Smesco, Jakarta, Senin 14 Agustus 2017. Ketika itu Trans TV A dan Trans TV B menyabet gelar juara I dan II. Sedangkan OMG menjadi juara III.

 Kekalahan saya yang kedua kali saya alami saat turnamen Jurnalis dan Walikota Cup se-Indonesia di Depok, Jawa Barat, dua bulan lalu.

 Di final Bali Open 2018 saya bertekad membalas kekalahan saya. Namun, sayangnya, impianku tak terwujud. Eko terlalu tangguh bagi saya. Dia menang 3-0. Eko keluar sebagai juara, sedangkan saya menjadi juara II.

 Saya bersyukur menjadi finalis, mengingat kompetisi ini sangat kompetitif. Saya bersyukur telah mengharumkan nama perusahaanku, OMG. (red)

 

Baca juga:

FOTO Wartawan OMG Juara II Tenis Meja Nasional Bali Open 2018

PTMSI Gandeng Kemenkop dan Polda Bali Gelar Kejuaraan Tenis Meja

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.