Minggu, 23 Januari 22

Satgas Yonif 411 Kostrad Terima Senjata dari Mantan Simpatisan OPM

Satgas Yonif 411 Kostrad Terima Senjata dari Mantan Simpatisan OPM
* Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Toray menerima senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi kaliber 22 dari mantan simpatisan kelompok Tentara Pembebasa Nasional (TPN)/Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Foto: Puspen TNI)

Merauke, Obsessionnews.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Toray menerima senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi kaliber 22 dari mantan simpatisan kelompok Tentara Pembebasan Nasional (TPN)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) berinisial YK, warga Kampung Toray, Distrik Sota.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya dalam rilisnya di Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (23/2/2020).

Dikutip dari keterangan tertulis Puspen TNI yang diterima obsessionnews.com, Senin (24/2), Rizky mengungkapkan, usai acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan oleh Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad di Kampung Sipias pada (15/1/2020), YK menyampaikan kepada anak piara atau anak angkatnya, yakni Praka Andri E. Ginting (anggota Pos Toray), bahwa dirinya memiliki senjata api yang disimpannya di hutan.

Atas informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Danpos Toray, yang memberikan perintah kepada personel Pos Toray untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan kegiatan teritorial dan merebut hati rakyat, khususnya kepada warga yang memiliki senjata tersebut.

“Tepatnya pada hari Sabtu (22/2/2020) pukul 23.00 WIT telah datang ke Pos Toray warga Kampung Toray bernisial YK (54 th) yang secara suka rela menyerahkan 1 pucuk senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi kaliber .22 dan diterima secara langsung oleh Danpos Toray Letda Inf Wesly Baslius Tanaem,” terangnya.

Menurut pengakuannya, sambung Rizky, YK merupakan mantan simpatisan TPN/OPM, sedangkan senjata api tersebut adalah pemberian dari  saudaranya berinisial APG, warga Kampung Toray, yang telah meninggal dunia.

“Saat penyerahan senjata yang bersangkutan mengatakan, bahwa kedekatan anggota Pos Toray dengan warga Kampung Toray terkhusus dirinya, sangat berbeda dengan Satgas-satgas sebelumnya. Sehingga membuatnya simpati dan berkeinginan menyerahkan senjata api tersebut,” pungkas alumni Akmil tahun 2003 tersebut.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi kaliber 22 tersebut saat ini telah dilaporkan dan akan segera diserahkan ke Kolaksops Korem 174/ATW. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.