Selasa, 20 Oktober 20

Satgas Covid-19 Tegas Meminta Kompetisi Olahraga Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19 Tegas Meminta Kompetisi Olahraga Harus Terapkan Protokol Kesehatan
* Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19, Doni Monardo (Foto : BNPB)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19, Doni Monardo menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan mutlak harus dilakukan dalam segala bidang termasuk dalam olah raga. Oleh sebab itu pelaksanaan kompetisi maupun ajang olahraga di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini penyelenggara harus memastikan protokol kesehatan dapat dijalankan.

Ketentuan ini sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan(KMK) HK.01.07-MENKES-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Covid-19, yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan pada 19 Juni 2020 lalu. Protokol kesehatan dapat dijadikan acuan untuk mencegah klaster baru selama beraktivitas di tempat dan fasilitas umum termasuk kegiatan olahraga.

“Protokol kesehatan adalah hal yang mutlak yang harus kita perhatikan. Tidak boleh ada tawar-menawar dengan ketentuan protokol kesehatan,” tegas Doni di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Mengacu pada KMK itu, Doni meminta agar setiap penyelenggara ajang olahraga wajib berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19, Dinas Kesehatan dan Dinas/Lembaga lainnya di daerah, baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi. Salah satu implementasi protokol kesehatan yang bisa diterapkan dalam olah raga adalah menggelar pertandingan seperti sepakbola dan basket namun tidak boleh ada penonton. Doni meminta hal tersebut menjadi perhatian bersama antara penyelenggara, atlet maupun para penonton dan suporter.

“Perlu dipastikan untuk seluruh kompetisi sepakbola dan bola basket akan dilaksanakan tanpa penonton. Mohon ini menjadi atensi bagi para penyelenggara untuk betul-betul mentaati konsensus yang telah dilakukan,” jelas Doni.

Selain itu, Doni juga meminta agar seluruh personel dan pemain harus melalui pemeriksaan kesehatan swab tes/tes PCR dan dilakukan secara berkala, untuk memastikan penyelenggaraan berjalan dengan aman. Dalam hal ini, kesehatan dari para penyelenggara maupun pemain atau atlet tetap menjadi prioritas yang utama.

“Pertandingan olahraga sangat penting, tetapi kesehatan seluruhnya baik itu pemain maupun penyelenggaranya juga harus menjadi prioritas kita,” jelas Doni.

Kemudian Doni juga meminta agar penyelenggara dapat memastikan para personel dan pemain atau atlet adalah benar-benar sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Sebagaimana yang diketahui bahwa penyakit komorbid berpotensi membuat penderitanya semakin parah apabila terjangkit covid-19 hingga berujung kematian. Berdasarkan data Satgas Penanganan covid-19, sebanyak 92 persen kasus kematian covid-19 dipicu karena adanya faktor komorbiditas dari para penderitanya.

“Ini penting dipedomani dan ditaati, karena 85-92 persen angka kematian yang terjadi di Indonesia adalah saudara kita yang memiliki komorbid,” jelas Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga meminta agar penyelenggaraan kompetisi olahraga dapat memperhatikan zonasi covid-19 pada tiap-tiap daerah. Manakala ada perkembangan tentang zonasi daerah, penyelenggara kompetisi harus memperhitungkan aspek-aspek keamanan yang lebih diperlukan.

“Artinya kalau suatu daerah zonasinya meningkat ancaman covid-19-nya, maka harus ada langkah-langkah untuk evaluasi untuk bisa dilakukan relokasi tempat pertandingan,” pungkas Doni. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.