Kamis, 26 Mei 22

Sanusi Bingung Jadi Tersangka Kasus TPPU

Sanusi Bingung Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi mengaku bingung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun begitu, Sanusi dan kuasa hukumnya siap melakukan pembuktian di Pengadilan Tipikor.

Kuasa hukum M Sanusi, Krisna Murti membantah kliennya telah melakukan TPPU. Sejak dilakukan inventarisir terhadap seluruh harta kekayaan Sanusi tidak satupun dari harta itu diduga berasal dari hasil kejahatan.

Karena itu, menurut Krisna, kliennya bingung ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka TPPU. Apalagi sejauh ini dia mengaku belum mendapat pemberitahuan tersebut dari lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu.

“Surat peningkatan statusnya belum kita terima, tapi kita sudah tahu dari pemberitaan rilis yang dibacakan KPK. Setelah dibacakan itu kita langsung bertemu dengan Bang Uci, Bang uci sendiri bingung,” kata Krisna Murti, saat dihubungi, Selasa (12/7/2016).

Krisna menegaskan pihaknya siap membuktikan kliennya tidak terlibat TPPU pada saat persidangan nanti. Karena itu, ia mendesak KPK segera merampungkan berkas penyidikan Sanusi agar nanti dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

“Apa sih dasar KPK untuk menentukan ini. Diduga menerima uang hasil kejahatan berunsur pidana, ini kita tidak temukan, pihak KPK dasarnya apa? Tapi oke lah ini jadi kewenangan penyidik, nanti kami akan kami jawab di pengadilan. Fakta materiilnya nanti kita siapkan,” ujar Krisna.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Mohamad Sanusi sebagai tersangka TPPU terkait pembahasan raperda reklamasi Jakarta. Penetapan tersangka kali ini berdasarkan surat perintah penyidikan tertanggal 30 Juni 2016.

Penetapan tersangka TPPU ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Sanusi sebelumnya, yakni kasus dugaan suap pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta. KPK meyakini telah memiliki bukti permulaan yang cukup dalam menersangkakan Sanusi.

Dari kasus ini KPK telah menyita beberapa aset bergerak dan tidak bergerak milik Sanusi. Namun KPK belum bisa menyampaikan aset apa saja yang disita dari adik kandung wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik itu. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.