Minggu, 29 November 20

Sandiaga Sebut Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, Bagaimana Faktanya?

Sandiaga Sebut Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, Bagaimana Faktanya?
* Sandiaga Uno. (Foto Twitter Sandi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno menyoroti pemerintahan Indonesia yang masih belum bebas dari jeratan utang. Ia pun berjanji jika terpilih di 2019 nanti dirinya tidak akan mengandalkan utang dari luar negeri.

Keyakinan itu ia pertegas dengan menyebut dirinya sukses membangun proyek Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) atau Cikampek-Palimanan sepanjang 116 km tanpa utang.

“Bisa (tanpa utang), saya membangun Cikopo-Palimanan 116 kilometer tanpa utang sama sekali,” kata Sandi usai berdialog dengan pelaku UMKM di Foodcourt Urip Sumoharjo, Surabaya, Selasa (1/1/2019).

Pernyataan Sandiaga ini  munuai kontroversi. Benarkah pembangunan Tol Cipali yang sebagian sahamnya milik Sandi ini dibangun tanpa utang?

Diketahui Tol Cipali mulai dibangun atau ground breaking pada 8 Desember 2011. Awalnya tol ini ditargetkan rampung pada September 2014. Pemegang konsesi dari proyek ini PT Lintas Marga Sedaya (LMS)

LMS sendiri merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhard 55% dan PT Bashkara Utama Sedaya (BUS) sebanyak 45%.

Sementara itu BUS merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Baskhara Lokabuana.

PT Interra Indo Resources merupakan anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) milik Sandiaga. Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sandi masih memegang saham sekitar 24%.

Lebih lanjut pembangunan tol ini berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang diamandemen pada 27 Oktober 2011. Total nilai investasi tol sebesar Rp 12,56 triliun dengan masa konsesi 35 tahun.

Pendanaan tol berasal dari modal sendiri sebanyak 30% dan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pada Juni 2013, LMS mendapat pencairan kredit perbankan sebesar Rp 1 triliun. Pencairan tersebut merupakan tahap pertama yang merupakan bagian dari sindikasi 22 bank dipimpin BCA dan Bank DKI dengan komitmen pinjaman Rp 8,8 triliun.

Pinjaman ini merupakan komitmen untuk mempercepat pembangunan Tol Cipali. Tak lama usai tol beroperasi, Saratoga Investama Sedaya kemudian melepas kepemilikannya di Tol Cipali. Hal tersebut diketahui melalui Keterbukaan BEI.

Dari surat Saratoga yang dilayangkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI pada 18 Januari 2017, perseroan selaku penjual melakukan satu paket transaksi kepada PT Astratel Nusantara selaku pembeli.

Adapun yang ditransaksikan berupa kepemilikan atas 40% saham di PT BUS yang dimiliki secara tidak langsung oleh perusahaan, melalui anak usahanya PT Interra Indo Resources. Kedua, pengalihan piutang konversi perseroan terhadap BUS dengan nilai Rp 900,1 miliar.

BUS merupakan pemegang 45% (empat puluh lima persen) saham di PT Linyas Marga Sedaya (LMS) yang merupakan pemilik konsesi ruas jalan tol Cikopo-Palimanan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.