Minggu, 29 Mei 22

Sandiaga Minta Masyarakat Sekitar Terlibat dalam Pengelolaan Waterfront City di Labuan Bajo

Sandiaga Minta Masyarakat Sekitar Terlibat dalam Pengelolaan Waterfront City di Labuan Bajo
* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan peninjauan ke kawasan Waterfront City yang berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, obsessionnews.comKawasan Waterfront City yang berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai satu kawasan yang dapat mendorong terciptanya lapangan kerja yang luas dan kebangkitan ekonomi.

Waterfront City merupakan bagian dari pada program penataan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Labuan Bajo, yang dilengkapi dengan fasilitas yang berkualitas, berkelas dunia, dan berkelanjutan lingkungan.

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Kemenparekraf Serah Terima Creative Hub Labuan Bajo ke Pemkab Manggarai Barat

Untuk itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam pengelolaan Waterfront City, sehingga dapat merasakan langsung dampak pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

“Sekarang saya melihat pengembangan Waterfront ini sudah selesai. Hanya beberapa pengerjaan finalisasi dan rencananya Februari sudah bisa untuk menyambut ajang yang sangat bergengsi yaitu side event G20,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: UMKM Labuan Bajo Manfaatkan Dana Bergulir di Tengah Pandemi

Kawasan Waterfront sendiri terbagi menjadi lima zona. Zona A Bukit Pramuka, meliputi zona pejalan kaki yang dilengkapi dengan taman, gerai sentra ekonomi kreatif, dan juga menara pandang.

Zona B Kampung Air, meliputi penataan ruang-ruang terbuka dengan tema Tangga Bajo yang didesain agar setiap sudut ruang dapat diakses publik, serta terdapat panggung terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk menikmati pertunjukkan seni tradisional atau atraksi seni lainnya.

Zona C Dermaga, terdapat fasilitas ruang tunggu, kantor pengelola, pusat informasi serta plaza festival nantinya. Zona D kawasan Pantai Marina, adalah area komersial. Dan Zona E Kampung Ujung, merupakan kawasan wisata kuliner.

Baca juga: LPDB Gelar Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Labuan Bajo

“Waterfront ini yang akan menjadi pusat dari titik nol pariwisata di Labuan Bajo. Di sinilah nanti lalu lintas penumpang akan masuk dan juga akan ada banyak sekali kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di ruang publik ini, termasuk juga konser dan bagaimana kita bisa menikmati pemandangan indah dan juga matahari terbenam,” ujar Sandiaga.

Dia berharap pengelolaan kawasan Waterfront City ini nantinya juga melibatkan masyarakat sekitar, sehingga mereka merasakan langsung dampak dari pengembangan dari destinasi pariwisata super prioritas.

“Mari kita libatkan masyarakat nanti pengelolaannya, agar fasilitas yang dibangun pemerintah ini bisa terus ditata, dikelola, dan dijaga dengan baik dan ujungnya adalah penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan menuju kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sandiaga. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.