Senin, 28 September 20

Sambut New Normal, Semua Pariwisata di Kebumen Siap Dibuka Kembali

Sambut New Normal, Semua Pariwisata di Kebumen Siap Dibuka Kembali
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugianto ditemani Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen Azam Fatoni dan para pengelola objek wisata Goa Jatijajar. (Foto: Albar / OMG).

Kebumen, Obsessionnews.com – Kabar gembira untuk masyarakat Kebumen, Jawa Tengah, setelah lama dinanti-nanti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dalam waktu dekat akan menerapkan new normal. Hal itu ditandai dengan kembali dibukanya semua ruang publik. Termasuk sektor pariwisata.

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bahkan telah meninjau langsung objek wisata Goa Jatijajar, di Kecamatan Ayah, Kebumen untuk melihat langsung bagaimana kesiapan pihak pengelola untuk membuka kembali wisata alam terbaik yang dimiliki oleh Pemkab Kebumen, yakni Goa Jatijajar di era new normal ini.

“Hari ini kami mengunjungi objek pariwisata dalam rangka untuk mengetahui kesiapan menuju new normal. Tentunya objek wisata sebagai pemasukan PAD dan juga tempat hiburan masyarakat harus kita siapkan di era new normal ini,” ujar Arif, di Goa Jatijajar, Jumat (6/6/2020).

Arif Sugiyanto mengecek langsung kesiapan pihak pengelola Goa Jatijajar untuk membuka pariwisata dalam rangka menyambut new normal.

Dalam kesempatan itu, Arif didampingi oleh Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen Azam Fatoni, dan Asisten I Hery Setyanto, serta para staf dan pengelola wisata. Selebihnya pembukaan objek pariwisata akan dimatangkan lagi dalam waktu dekat.

“Insya Allah nanti tanggal 11 Juni 2020 kita akan rapat di Sempor. Kita akan vervikasi kemudian di assessment oleh asisten I dan Insya Allah minggu depannya lagi kita akan buka setelah semua masuk zona hijau,” terang Arif.

Arif menuturkan, Pemkab akan membuka semua objek wisata termasuk sejumlah pariwisata yang dikelola oleh pemerintah desa. Di mana diketahui sepanjang pantai selatan Kebumen yang dikelilingi bukit hijau dan batu kapur yang indah, banyak wisata pantai yang dikelola oleh pemerintah desa. Wisatawannya pun cukup banyak.



“Kita buka semua pariwisatanya, secara keseluruhan. Sama termasuk wisata yang dikelola oleh pihak desa, kemarin kan Satpol PP juga sudah turun ke pantai-pantai untuk melakukan pemantuan langsung,” ujar Arif, pria yang sudah dikaruniai lima orang anak ini.

Yang pasti Arif menjelaskan, saat tiba waktunya pariwisata dibuka, maka protokol kesehatan harus tetap dijalankan dan dipatuhi bersama. Sebab, new normal mengharuskan adanya pola hidup baru. Karenannya pengunjung wajib cuci tangan sebelum masuk, memakai masker, tetap jaga jarak, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh dll.

Pembatasan pengunjung kata Arif, juga diterapkan untuk mengurangi penumpukan massa. “Kalau itu tentunya ada. Jadi misalkan kapasitas di Goa Jatijajar ini maksimal 300 orang, kita turunkan menjadi 100 orang. Kemudian jam kunjungannya tidak boleh terlalu lama, harus diperpendek,” tuturnya.



Demikian juga jam kunjungan wisata akan diatur kembali. Misalnya dibuka mulai pukul 10. 00 WIB dan ditutup pukul 15.00 WIB. Semua kata Arif, akan dibahas kembali secara matang pada rapat dinas minggu depan. Ia memastikan Kebumen sudah sangat siap untuk menyambut new normal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen Azam Fatoni menambahkan, bahwa objek wisata Goa Jatijajar resmi ditutup pada 18 Maret 2020. Ia menyebut sebelum kasus corona ini ramai mencuat, tren pariwisata di Kebumen sangat bagus, mengalami kenaikan tajam.

“Pemasukan kita dari Januari sampai Maret itu sekitar Rp1,3 Miliar. Sebenarnya awal Januari sampai awal Maret ini kita sudah bagus. Kaya Pantai Logending aja di bulan yang sama, tahun berbeda itu hanya mendapat Rp66 juta, tapi Januari sampai Maret Tahun ini sudah sudah mencapai Rp111 Juta. Artinya ini sudah ada gejala baik sebenarnya untuk wisata,” jelasnya.



Bisa jadi setelah corona ini animo masyarakat akan lebih banyak untuk berwisata karena mereka sudah banyak yang jenuh di rumah. Namun, pihaknya mengaku tidak ingin terlalu terburu-buru untuk mengejar income. Dari target Rp10 miliar menjadi Rp4 miliar. Sebab untuk tahap awal pengunjung wisata di Kebumen hanya untuk warga lokal.

“Biar kita viralkan dulu, jadi sementara khusus untuk pengunjung lokal. Karena di kota-kota luar juga masih banyak yang menerapkan PSBB sehingga banyak orang luar yang belum bisa berkunjung ke Kebumen,” tuturnya.

Azam menuturkan, bahwa penerapan new normal untuk sektor pariwata ini juga sebenarnya sekaligus untuk evaluasi. Pihaknya ingin mengukur sejauh mana new normal dengan protokol kesehatan itu bisa diterapkan dengan baik di masyarakat.



“Jadi setelah nanti dibuka satu minggu saya akan minta diadakan rapid test massal di para pedagang pariwisata, ini biar kita tahu bagaimana hasilnya reaktif apa negatif. Kalau hasilnya negatif alhamdulillah berarti kita masih tetap lanjut untuk menerima wisatawan dari kota lain,” jelasnya.

Pada intinya Azam menegaskan, bahwa pemerintah tetap memperhatikan persoalan kesehatan di masyarakat, tidak serampangan tanpa aturan. Artinya, sistem zonasi tetap dipakai dalam new normal ini. Dimanapun objek wisata yang wilayahnya masuk zona merah, maka tetap belum bisa dibuka.

“Jadi jelas ya kalau zonasinya masih merah. Berarti masih tutup, kalau hijau kita buka. Tapi alhamdulillah sekarang kita sudah mulai ke tahap hijau semua, karena kasus corona di Kebumen sudah mengalami penurunan tajam, total yang tersisa di rumah sakit hanya tinggal dua orang dari 34 kasus,” tutupnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.