Senin, 30 Maret 20

Riganda Togatorop Mengawal Mercure Hotel Jakarta Kota Sebagai Mercure Pertama di Indonesia

Riganda Togatorop Mengawal Mercure Hotel Jakarta Kota Sebagai Mercure Pertama di Indonesia
* General Manager Mercure Hotel Jakarta Kota Riganda Togatorop. (Edwin Budiarso/Men’s Obsession)

PULUHAN tahun malang melintang di dunia hospitality tak membuat pria bernama Riganda Togatorop ini putus arang. Namun, dengan optimisme dan kegigihan yang tinggi, ia justru mampu menduduki sejumlah jabatan prestisius di setiap hotel di mana ia bekerja. Terakhir ia kini dipercaya menjabat General Manager (GM) Mercure Hotel Jakarta Kota. Kecintaannya untuk selalu melayani orang menjadi magnet tersendiri baginya. Sehingga pria kelahiran 30 Januari 1969 ini selalu sukses menekuni pekerjaannya.

Riganda kecil sebenarnya tidak punya cita-cita bekerja di dunia hospitality. Ia punya angan-angan mengajar menjadi guru, karena ia lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan. Namun takdir berkata lain, meski tak jadi guru, pencapaiannya tidak sia-sia. Ia mampu membuktikan prestasi yang gemilang dengan sekian banyak jabatan yang diraih.

Kariernya di perhotelan dimulai dengan menjadi seorang resepsionis atau penerima tamu. Ia diterima kerja di sebuah hotel di Jakarta karena memiliki kemampuan bahasa Prancis yang baik.

“Awalnya memang cita-cita saya ingin jadi guru, tapi waktu itu saya cari kerja kebetulan keterimanya di hotel sebagai resepsionis. Ya sudah saya berpikir pekerjaan yang saya dapat itulah yang harus saya tekuni. Sampai tak terasa saya sudah menggeluti dunia ini selama 25 tahun sampai sekarang,” ujar Riganda kepada Men’s Obsession.

Ia pertama bekerja di dunia hospitality sebagai resepsionis di Ibis Jakarta Arcadia pada 1994-1996. Perlahan tapi pasti kariernya naik menjadi Assistant Manager Le Meridien Jakarta tahun 1996-2001. Kemudian pindah ke Surabaya menjadi Assistant Front Office Manager di Mandarin Oriental Hotel pada 2001. Tak sampai satu tahun, ia pindah sebagai Executive Assistant Manager di Mercure Jakarta Kota sampai 2007.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.