Senin, 8 Maret 21

Ridwan Hisjam Minta 100 Persen Saham PGN Dibeli Pertamina

Ridwan Hisjam Minta 100 Persen Saham PGN Dibeli Pertamina
* Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi VII DPR memimta agar PT PGN sebagai badan usaha harus mengambil terobosan yang baik untuk mengelola bisnis usahanya. Tidak hanya menyangkut produk bisnis yang disubsidi tapi juga bisnis-bisnis lain yang tidak bersubsidi.

Terutama kata Ridwan, untuk usaha jaringan gas yang ada di lokasi perumahan-perumahan mewah. Menurutnya, jika PGN tidak memperhatikan persoalan ini maka, cash flow PGN ke depan akan semakin berat. Atau investasi yang sudah dilaksanakan akan sulit kembali.

“Saya katakan ini adalah peluang karena lokasi-lokasi perumahan itu sudah pernah kami laksanakan kerjasama dengan PGN pada saat PGN Dirutnya Pak Gigih Prakoso sudah ditandatangani kerjasama antara realestate Indonesia dengan PGN. Nah mohon itu agar ditindaklanjuti,” ujar Ridwan saat menggelar RDP Komisi VII dengan PT. PGN melalui siaran daring, Rabu (27/1).

Ridwan kemudian bertanya lagi tentang kepemililkan saham Pertamina di PGN. Pihak PGN menjawab bahwa saham Pertamina di PGN sebesar 56 persen. Menurut Ridwan ini yang kemudian menjadi masalah. PGN ini adalah perusahaan TBK, maka polanya tidak bisa disamakan dengan perusahaan yang 100 persen milik negara.

“Karena di situ ada badan-badan hukum lain yang memiliki saham di sini. Sehingga ini lah yang menjadi permasalahan bagi PGN, kalau ketemu dengan kita Komisi VII, maka bapak pasti akan pusing. Karena apa yang disampaikan para anggota ini adalah aspirasi rakyat,” terang Ridwan.

Mengapa demikian, menurut Ridwan karena sisa saham yang menguasai 44 persen di PGN itu orentasinya adalah keuntungan semata. Beda dengan BUMN lain yang sahamnya 100 persen dikuasai negara. Misalnya Pertamina, meski mencari keuntungan. Namun dalam menjalankan bisnisnya, tidak lupa dengan kewajiban sosial untuk masyarakat.

“Nah! Masalah ini Pak Suko Hartono selaku Direktur Utama PGN harus mengclearkan dengan direksi Pertamina atau bila perlu dengan Menteri BUMN. Saya mengsulkan agar 100 persen saham PGN dibeli Pertamina. Jadi yang 44 persen itu dibeli Pertamina. Sehingga 100 persen saham PGN menjadi milik Pertamina,” jelas Ridwan.

“Jangan seperti ini bapak akan kasihan. Para direksi nanti, semua karyawan stres nanti pak. Karena bapak harus memperjuangkan saham 44 persen yang orentasinya keuntungan. Sedangkan disisi lain bapak juga harus melaksanakan kewajiban sosialnya,” ucap Ridwan menambahkan.

Begitu ada kerugian, politisi senior Partai Golkar ini mengatakan, PGN tidak akan dabat bantuan dari negara. Karena saham yang dimiliki tidak 100 persen milik negara. Yang bisa adalah Pertamina. “Ini adalah permasalahan mengapa bapak stres menghadapi persoalan ini,” ucap anggota dari Dapil Malang Raya ini.

Terakhir Ketua Dewan Pembina PP Padepokan Kosgoro57 ini kembali meminta agar seluruh jajaran direksi agar segera membicarakan persoalan ini dengan pihak terkait, baik itu Pertamina dan Menteri BUMN, agar PGN tidak terus menerus mengalami kerugian. Bahkan sahamnya pun anjlok.

PGN kata Ridwan, 100 persen sahamnya harus dikuasai negara. Agar rakyat ke depan bisa menikmati gas milik negara ini dengan merata, murah, dan aman. Karena bagaimana pun kata Ridwan PGN adalah singkatan dari Perusahaan Gas Negara. Maka seyogyanya gas bumi yang ada di nusantara ini pengelolaanya dikuasai negara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.