Rabu, 20 November 19

Ridwan Hisjam: Hasil Laut Indonesia Masih Kalah Jauh dari China

Ridwan Hisjam: Hasil Laut Indonesia Masih Kalah Jauh dari China
* Saresehan kebangsaan. (Foto: Dokumen Pribadi)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Jika mengacu pada tema hari kemerdekaan RI yang ke 74 tentang “SDM Unggul Indonesia Maju” maka diperlukan sikap tegas, dan kerja keras bagi siapapun baik masyarakat, pemerintah, ataupun dewan untuk mewajudkan hal itu.

Hal itu dikatakan anggota DPR Ridwan Hisjam di acara Sarasehan Kebangsaan dengan tajuk “Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju” di Ballroom Hotel Century Park, Jakarta yang juga menghadirkan politisi Akbar Tanjung, Gede Wenten, Soelaeman Soemawina, Ibnu Susilo, dan Ridwan Hisjam, Sabtu (19/10/2019).

Ridwan mengatakan, potensi Indonesia untuk menjadi negara unggul bisa dimulai dari sisi kelautan. Sebab, Indonesia dikenal sebagai negara kemaritiman yang meliputi 2 samudera yaitu samudera Pasifik dan samudera Hindia, kemudian memiliki 17 ribu pulau dan tipe negara dengan daerah tropis.

“Kondisi ini yang menjadikan negara Indonesia sebagai rumpon dan penghasil sumber makanan ikan-ikan samudera, sehingga menjadikan wilayah Indonesia sebagai wilayah sumber ikan dari samudera Pasifik dan samudera Hindia,” ujar Ridwan.

Sayangnya, kata Ridwan, Indonesia masih kalah dengan China dalam mengola hasil laut. Padahal China bukan negara maritim. Hasil laut China mampu mencapai angka Rp 3.000 triliun. Sementara Indonesia hanya Rp 17 Triliun. Karena itu perlu merubah paradigma baru.

Antara lain Ridwan menyebut, perlau melakukan target kelautan dalam 5 tahun ke depan menjadi Rp.300 – 500 triliun, dengan menjalankan 2 program, yaitu Program Pembangunan SDM Nelayan terpadu dan Program pembangunan Industrialisasi kelautan melalui BUMN.

Selain itu, kata Ridwan, perlu juga dilakukan pengawasan kelautan secara terpadu, baik melalui satelit atau teknologi maupun pengamanan secara Fisik. “Pembangunan SDM kelautan satu paket dengan Industri kelautan dan program kementrian menuju kemandirian Bangsa dan kemajuan negara,” jelas Ridwan.

Pada kesempatan yang sama, lanjut Ridwan, perlu dilakukan pembangunan sistem digitalisasi pada masing-masing program dan dilakukan integralisasi melalui digital sistem, yakni:

1. Digitalisasi Kabinet Kementrian Satu Sistem,
2. Digitalisasi Pembangunan SDM Satu Sistem,
3. Digitalisasi Pembangunan Industri BUMN Satu Sistem.

“Dengan melalui program satu sistem pengembangan program kementerian, program pembangunan SDM dan program industrialisasi kelautan, maka dapat diharapkan mencapai target negara. BUMN akan diutamakan pada zona ekonomi negara, sehingga tidak menggangu program pengembangan nelayan,” tutup Ridwan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.