Selasa, 1 Desember 20

Ribuan Wanita Hilang Akibat KDRT dan Pelecehan Seksual

Ribuan Wanita Hilang Akibat KDRT dan Pelecehan Seksual
* Saat polisi bertindak lamban, keluarga melakukan penggeledahan sendiri. (BBC)

Ribuan perempuan hilang akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual di Peru, bahkan ada yang ditemukan terkubur di rumahnya.

Cinthia Estrada Bolívar terkenang momen ketika keluarganya menerima telepon dari dapur umum yang dikoordinasi oleh adik perempuannya, Marleny di ibu kota Peru, Lima.

Momen itu terjadi pada 16 Juli lalu, dan adik perempuannya itu tak datang ke dapur umum untuk memasak bagi warga miskin Peru, suatu hal yang tak biasa dilakukannya. Marleny, yang tahun ini genap berusia 29 tahun, merupakan ibu dengan dua anak.

Chintia, kedua orang tuanya, dan saudara perempuannya yang lain mencari Marleny di rumahnya yang berlokasi di kawasan padat penduduk. Mereka disambut oleh mantan suami Marleny.

Dengan tenang, ia mengatakan bahwa Marleny baru saja pergi. Cinthia ingat ia kala itu terganggu dengan kenyataan bahwa mantan suami adiknya itu tak tampak kesal bahwa Marleny telah menghilang.

Cinthia juga khawatir karena sebelumnya Marleny pernah melaporkan mantan suaminya karena melakukan kekerasan terhadap dia dan putranya.

Keesokan harinya, tanpa ada kabar dari Marleny, keluarga melaporkan hilangnya Marleny ke kepolisian.

“Kami percaya pada pihak berwenang,” kenang Cinthia.

Namun dia kemudian menuturkan bahwa kepercayaan kepada polisi itu segera buyar setelah keluarga mendapat kesan bahwa polisi tidak mengambil tindakan serius atas kasus ini.

Petugas polisi berkata pada keluarga untuk menjauh dari rumah Marleny karena penyelidikan saat ini sedang ditangani kepolisian.

Pada Agustus, mantan suami Marleny meninggalkan Lima dengan kedua anaknya, yang berusia tiga dan delapan tahun.

Tidak ada yang tahu keberadaannya setelah itu.

Beberapa minggu kemudian, Cinthia bermimpi bahwa saudara perempuannya ada di rumah, dalam kondisi sudah meninggal.

Ia lalu berhasil meyakinkan polisi untuk menemani keluarganya ke rumah Marleny.

Saat polisi menggeledah salah satu bagian rumah dengan anjing pelacak, Cinthia dan ayahnya menggeledah kamar tidur.

“Kamarnya terlihat berbeda, ada yang berbeda dengan lantainya,” kenang Cinthia.

Cinthia dan ayahnya mulai menggali lantai yang terbuat dari papan. Saat sekop itu tergelincir ke tanah dengan mudah, mereka tidak menemukan apa pun pada awalnya.

“Intuisi saya mengatakan Marleny ada di bawah sana,” tutur Cinthia.

Bau busuk mulai tercium dari lubang yang mereka gali. Intuisi Cinthia bisa jadi benar.

Polisi mengambil alih penggalian dan meminta keluarga untuk meninggalkan ruangan.

Pada akhirnya, dia menemukan jenasah Marleny dikubur di kedalaman 1,5 meter.

Cinthia meyakini semestinya keberadaan Marleny bisa diketahui lebih awal.

Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk mantan suami Marleny atas dugaan pembunuhan tetapi keberadaannya tidak diketahui.

Cinthia menginginkan keadilan bagi adik perempuannya yang terbunuh.

Dia juga berpikir keluarganya bisa saja terhindar dari penderitaan berminggu-minggu dan bahwa mereka akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk melacak dua keponakannya yang hilang, jika saja polisi bertindak lebih cepat.

Tidak semua kasus perempuan hilang di Peru berakhir tragis seperti Marleny. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.