Senin, 29 November 21

Reynaldi Hermansjah Bersama Menggapai Quantum Leap

Reynaldi Hermansjah Bersama Menggapai Quantum Leap
* Reynaldi Hermansjah.

Obsessionnews.com – Sebelumnya, karier Reynaldi Hermansjah bersinar di industri keuangan. Namun ketika diminta menjadi Direktur Keuangan di industri yang baru disentuhnya, industri infrastruktur, tepatnya di PT Jasa Marga (Persero) Tbk. pada 2006 silam, ia tak merasa kesulitan. Justru dijadikannya tantangan dan kesempatan baru untuk bisa mengimplementasikan ilmunya selama ini. Tak heran jika kemudian ia bersama team direksi lainnya, mampu membawa kinerja Jasa Marga meroket.

Beberapa waktu lalu, Men’s Obsession menemui pria yang akrab disapa Rey ini di ruang kerjanya bernuansa coklat yang tertata apik dan artistik. Dengan ramah disertai raut wajahnya yang teduh dan tenang, ia menceritakan tugas pertama kala ia menjabat direktur keuangan Jasa Marga, antara lain, mempersiapkan jasamarga untuk go public, “saat itu kemampuan keuangan Jasa Marga memang terbatas. Untuk itu ada beberapa langkah-langkah yang kita lakukan. Pertama kita melakukan IPO untuk penambahan modal sehingga Jasa Marga memiliki modal yang lebih besar untuk melaksanakan ekspansi ke depannya, dan alhamdulillah pada September 2007 kita sudah IPO,” papar Rey.

Selain itu, Rey juga membenahi hal-hal yang menurutnya perlu dibenahi dari sisi keuangan. Ia melakukan reprofiling struktur hutang jasamarga yang semula dominan hutang jangka pendek menjadi hutang jangka panjang dengan cara melakukan penerbitan berbagai macam obligasi. Bahkan yang menarik, pada 2010, Jasa Marga menjadi korporasi pertama yang menerbitkan obligasi zero coupon, yakni obligasi yang tidak membayar bunga selama masa obligasi tersebut, melainkan dibayar pada akhir masanya. “Alhamdulillah Jasamarga bisa sampai seperti ini, kita bisa memiliki 13 ruas baru dan 13 ruas yang lama. Lalu kita memiliki total konsesi 1000km dan total investasi hampir sekitar 40triliun rupiah,” ucapnya penuh rasa syukur.

Tak hanya itu, Rey juga melakukan modernisasi sistem pengelolaan keuangan Jasa Marga dengan mengimplementasikan otomatisasi transaksi keuangan berbasis ERP pada 2010. Hal ini merupakan salah satu terobosan bagi Jasa Marga sehingga mempermudah dan mempercepat sistem pelaporan keuangan. Dan hasilnya, baru pada Februari 2015 lalu, Jasa Marga sudah bisa menerbitkan laporan keuangan audited.

Jasa Marga memang sedang agresif melakukan pembangunan. Beberapa ruas baru sebagian besar sudah mulai beroperasi, antara lain, Bogor Ring Road 2 dan Bali. Sementara ruas lainnya yang sedang dipersiapkan dan akan segera beroperasi, antara lain, Semarang – Solo, Solo – Brotasi, dan Solo – Ngawi – Kertosono dengan target paling lambat 2018 sudah beroperasi seluruhnya. Rey mengatakan, dengan telah beroperasinya ruas-ruas baru itu, Jasa Marga ke depan akan melakukan restrukturisasi keuangan di level anak perusahaan. “Rencananya anak-anak perusahaan kami akan menerbitkan obligasi infrastruktur yang memang dedicated untuk pembangunan jalan tol tersebut,” ungkap pria kelahiran 16 Mei 1967 ini.

Bisa dikatakan hal itu merupakan salah satu yang menjadi kebanggaan bagi Jasa Marga, lantaran sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan pembangunan infrastruktur yang selesai pada 2019 mendatang. Dalam mendukung konektivitas antar daerah, Jasa Marga tak hanya terfokus pada pembangunan di pulau Jawa dan Bali, namun juga merambah hingga ke pulau Sumatera, antara lain proyek jalan tol di Sumatera Utara yang akan menghubungkan Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi.

Dukungan tersebut bahkan tak hanya diwujudkan dari proyek-proyek pembangunan jalan tol yang sedang berjalan, namun juga dari segi pembiayaan yang hanya menggunakan mata uang rupiah dan penggunaan domestik raw material. “Jadi kalau kita benar benar mau menggerakan domestic growth, dukungan kepada sektor infrastruktur khususnya jalan tol itu, multiplier effect nya sangat besar sekali,” Rey menegaskan.

Pria berkulit putih bersih ini, menambahkan, bahwa apa yang terjadi di Jasa Marga ini, adalah the real quantum leap. Ia menggambarkan, dengan total investasi 40 triliun, Jasa Marga memiliki aset sekitar kurang lebih 30 triliunan. Hal itu berarti, Jasa Marga akan membangun Jasa Marga baru yang akan terealisasi dalam waktu lebih kurang 3 sampai 4 tahun ke depan. “Biasanya kan investasi capex itu hanya 10 sampai 20% dari asetnya. Sedangkan aset kita sekarang sekitar 35 triliun bahkan bisa 38 triliun tutup tahun, dan kita ada 40 triliun lagi project baru. Itu kan berarti kita membangun satu Jasa Marga lagi. Ini saya menggambarkan skala, ekspansinya kita,” terang ayah dua anak ini.

Ya, selama menjabat direktur keuangan Jasa Marga, Rey berhasil membawa Jasa Marga berlari kencang. Namun dengan rendah hati, ia mengatakan bahwa apa yang telah dicapainya ini bukanlah hasil jerih payahnya seorang diri, melainkan dikerjakan secara teamwork, “kalau hanya hanya saya sendiri tidak mungkin bisa. Saya punya filosofi tidak ada superman atau superwoman, tapi harus bersama-sama,” katanya.

Dan tak bisa dipungkiri bahwa seiring berjalannya waktu, Jasa Marga sudah mengalami ekspansi yang cukup besar. Rey pun yakin dan optimis bahwa ke depan, Jasa Marga masih memiliki peluang dan kesempatan yang terbuka luas. Apalagi jika melihat bahwa infrastruktur masih sangat dibutuhkan di Indonesia.

Work Life Balance
Sebelumnya Reynaldi lama berkarier di bidang investasi dan pasar modal di sektor keuangan. Alumni Universitas Trisakti ini, memulai kariernya pada tahun 1991 sebagai Head of Sales di Nomura Securities. Kariernya terus melonjak setahap demi setahap, hingga pada 1996 sampai 1998 ia menjabat President Director BII Lend Lease Investment Services, tahun 1999 sampai 2002 menjabat sebagai Group Head di Indonesian Bank Restructuring Agency kemudian menjadi President Director di PT PNM Investment Management sejak tahun 2003 sampai 2006.

Kesuksesan yang diraihnya itu tak lepas karena prinsip profesionalismenya dalam bekerja. Menurutnya tanggungjawab pekerjaan yang diemban harus dijalankan dengan itikad baik. Dalam bekerja, Rey selalu berusaha untuk mencapai apa yang dipercayakan kepadanya dengan baik serta selalu menjaga kepercayaan itu. “Simplenya seperti itu yah. Ya intinya kita berusaha untuk mencapai yang terbaik, dan saya sangat percaya itu. Dengan itikad baik, insyaAllah kita akan diterima dengan tanpa ada kecurigaan,” ujar Rey sembari tersenyum.

Di sela-sela kesibukannya, Rey masih memiliki waktu luang untuk menyalurkan hobi golf dan renang yang rutin dilakukan. Diakuinya, itu juga salah satu upaya dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Rey memang pandai menyeimbangkan hidupnya, antara pekerjaan, keluarga dan me time, “life is not just work!” ucapnya, santai. Dalam kehidupannya, ia juga sangat pandai membagi waktu dan mengetahui kapasitas dirinya. Rey tahu betul kapan ia mesti bekerja keras, kapan ia mesti beristirahat, serta kapan ia harus membagi waktunya untuk keluarga dan berolahraga. (Naskah: Suci Yulianita)

Artikel ini dalam versi cetak telah diterbitkan Majalah Men’s Obsession edisi Februari 2016.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.