Jumat, 9 Desember 22

Revical: ‘Calling The Resurrection’

Revical: ‘Calling The Resurrection’
* Para personil grup band Revical.

1 Mei 2010 silam, Revical hadir di tengah blantika musik Indonesia. Lewat suguhan melodi yang sederhana dan lirik yang jujur, mereka mencoba mewakili isi hati dari pecinta musik tanah air dengan gaya yang khas.

Setiap personel band, Tezzar Al-Farizy (vokal), Rifki Meilano (gitar), Oby Zimah (bass), dan Sandi Janu Putra (drum), memiliki latar belakang berbeda, tapi mereka memiliki visi dan misi yang sama di musik.

“Awalnya kita sering nongkrong dan sama-sama suka musik, bukan sekadar hobi dan iseng-iseng, kemudian kita punya cita-cita yang sama, yakni menjadi pemusik yang bisa diterima di Indonesia tentunya dari berbagai kalangan,” ujar Tezzar di basecamp Revical, Cililitan, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Oby menambahkan, musik adalah segalanya bagi Revical. “Musik itu universal language, ibarat orang gila ketika mendengarkan musik dia joged. Musik itu menyampaikan apa yang kita rasakan sekarang kepada masyarakat semua,” tuturnya.

Revical sendiri, sambung Tezzar, singkatan dari Revival & Call yang berarti memanggil kebangkitan.

“Filosofinya memanggil kebangkitan untuk anak-anak muda yang tidak bisa mengapresiasi dirinya di musik, kita bisa bangkit bareng. We never dreaming alone succes, but we work for it!” imbuhnya.

Revical terbilang aktif menghasilkan single, seperti  Isi Hatiku, Kau Akhiri, Senandung Rasa, Tak Mungkin, Tetap Kau di Hati, dan Satu Bintang.

“Berkisah tentang kehidupan sehari-hari anak zaman sekarang. Relatif cinta,” ujar Oby.

Band yang mengusung aliran pop alternatif ini juga kerap tampil baik on air maupun off air. Salah satunya setiap hari Rabu di Blok M Plaza, Jakarta Selatan, Revical selalu menghibur para Revicalista (sebutan bagi penggemar Revical, Red)).

Ketika ditanya soal rahasia bertahan band yang mengusung aliran pop alternatif tersebut, Rifki atau yang kerap disapa Eki menjawab, “Rasa kekeluargaan sehingga kita solid. Kita juga selalu mengikuti perkembangan jaman, namun tetap berkiblat pada visi misi kita. Mereka punya gaya mereka, kita punya gaya kita.”

Eki menggarisbawahi Revical selalu yakin bahwa proses yang dijalani bukan waktu yang sebentar dan perlahan tapi pasti hasil akan mengikuti proses.

“Kepuasaan yang kita dapatkan adalah orang bisa menerima karya kita, meski belum banyak, tapi kita merasa dihargai,” tambah Eky.

Kehadiran Anna Maria Fridaria yang akrab dipanggil Mamah adalah sosok yang begitu penting bagi Revical juga kunci penting solidnya Revical. “Mamah bisa mempersatukan kita. Kita itu kan ada 4 kepala dengan karakter dan ego yang berbeda, apalagi kita masih muda. Mamah yang membuat kita berpikir lebih dewasa lagi. Mamah adalah keberuntungan buat kita. Kita bisa bertahan sampai saat ini karena mamah,” ungkap Eky.

Begitu pun dengan Revicalista, yang menurut mereka tak sekadar penggemar, melainkan sudah menjadi bagian dari keluarga.

Tahun ini, Revical akan merilis mini album yang berisi 6 lagu. “Karena kalau hanya mengeluarkan single kan nanggung, jadi sekalian kita buat mini album. Kita ingin para penikmat musik tidak hanya mendengar satu lagu saja, tapi semua lagu Revical yang ceritanya saling berkaitan,” jelas Oby.

Meski saat ini persaingan di dunia musik begitu ketat, Revical optimis karyanya kian diterima khalayak luas.

“Walaupun di tahun-tahun sekarang ngejual album itu rada sulit karena orang berpikirnya sudah males beli kaset, tapi yang penting kita punya target salah satunya kita ingin lempar ke mayor label. Selain itu, sebelum kita membuat sebuah karya, kita cari tahu lagu mana yang disukai, jadi kami sangat positif,” tutur Eky.

Menutup pembicaraan, masing-masing personel mengungkapkan harapannya. Sandi mengatakan mini album Revical cepat selesai dan bisa diterima. Senada dengan Sandi, Tezzar dan Oby menuturkan mini album Revical bisa dinikmati masyarakat.

“Revical tetap solid menjalani serta yakin dengan apa yang akan kita capai. Segala yang kita kerjakan tidak ada yang sia-sia,” pungkas Eky. (GIA)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.