Selasa, 30 November 21

Renaldi Husada Konsisten Miliki Visi dan Tekad Sebagai Pebisnis

Renaldi Husada Konsisten Miliki Visi dan Tekad Sebagai Pebisnis
* Ceo Dana Darpa Group Renaldi Husada. (Foto: Sutanto/OMG)

Jakarta, obsessionnews.comMeski usianya masih terbilang muda, Renaldi Husada sudah konsisten memiliki visi dan tekad akan menapaki karier sebagai pebisnis. Terlahir dari keluarga pengusaha, sejak kecil pria kelahiran 1999 ini memang sudah sering mengikuti kegiatan kedua orang tua.

Kala itu, Renaldi mengungkapkan masa-masa liburan sekolahnya selalu diisi dengan ikut serta pergi ke kantor sang ayah setiap hari dan duduk mendengarkan beliau rapat dari pagi hingga petang secara rutin.

“Dulu waktu kecil, saya kerap mempertanyakan pada diri sendiri, mengapa liburan sekolah saya tak seindah teman-teman lain yang bisa bebas bermain? Saya sempat menanyakan kepada ayah, kenapa di usia yang masih duduk di bangku sekolah dasar saya sudah harus mendengarkan ayah berdiskusi dengan para rekan kerjanya,” ujar Renaldi dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi November 2021, Senin (22/11/2021).

Ternyata ayah memiliki pemikiran lain, walaupun awalnya dia tidak mengerti semua apa yang didiskusikan tersebut, secara perlahan pikiran alam bawah sadarnya dapat menerimanya dengan baik.

“Karena ayah saya selalu berkata, ‘tidak peduli kamu mengerti atau tidak, kamu duduk saja dengan tenang di sebelah sambil mendengarkan pembahasan ini’,” urai Renaldi.

Didikan secara kontinyu itu pun secara tidak langsung membuat jiwa dan keinginan Renaldi menjadi pengusaha kian bertumbuh. Karena sering melihat bagaimana sang ayah berdiskusi, membuat suatu gagasan, memimpin, dan melakukan negosiasi, ia jadi mengerti sedikit demi sedikit. Bahkan ia mencoba mempraktikkannya dengan mulai berjualan.

“Kebetulan saya memang suka dengan hewan. Sejak SD saya mulai mencoba berjualan hewan kepada teman-teman dan ternyata berhasil! Dengan ilmu-ilmu yang didapat, saya berhasil menjual hewan kepada teman-teman di sekolah. Dari sanalah, saya mulai menjiwai dan memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha kelak,” ungkap Renaldi bersemangat.

Setelah menempuh Pendidikan dan lulus dari Universitas San Francisco, Amerika Serikat tahun 2019, Renaldi kembali ke Indonesia dengan suatu tekad yang bulat. Selain karena ia merupakan putra satu-satunya untuk meneruskan bisnis, Renaldi sendiri sesungguhnya memiliki gairah yang tinggi dalam berbisnis. Bidang usaha yang ia tekuni cukup beragam mulai dari perhotelan, properti, pariwisata, transportasi, agrikultur, dan F&B.

“Pada umur 21 tahun, sekitar dua tahun lalu saya mulai dipercaya mengelola dan mengoperasikan bisnis keluarga di bidang perhotelan dan properti. Saya juga menangani usaha transportasi penyewaan mobil, baik ke sister company maupun ke perusahaan luar, juga ada beberapa bidang usaha lain,” kata sosok yang selalu menularkan nilai positif tersebut.

Renaldi menuturkan, di bawah payung Penuh Hotel management ia mengoperasikan lebih dari 20 hotel di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, mulai dari bintang 2 hingga bintang 4. Sebut saja, Golden Flower hotel yang terletak di Jalan Asia Afrika Bandung, begitu pula dengan brand Serela dan Ginoferuci yang tersebar di Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Cianjur. Kemudian ada juga di bidang properti, rumah cluster siap tinggal Darpa Land yang terletak di berbagai titik di kota Bandung.

“Bidang pariwisata masih terus dalam pengembangan. Dalam waktu dekat ini kami akan membuat area tempat wisata unik di Bandung. Dan terakhir yang termasuk baru didirikan adalah bisnis coffee shop bernama Armor Genuine Coffee & Roastery yang belum lama ini meluncurkan outlet kelima,” paparnya.

Secangkir Kopi Membawa Berkah

Ketika awal terjun menangani beberapa bisnis di 2019, Renaldi mengungkapkan semuanya berjalan lancar.

“Saat itu, semua fine saja. Saya juga sambil belajar banyak tentang berbagai hal. Namun, setahun kemudian ternyata terjadi pandemi. Tentu itu merupakan suatu cobaan yang berat buat kita semua. Tapi saya selalu menegaskan kepada tim bahwa kita tidak boleh diam di tempat, karena hal itu sama saja seperti menunggu game over. Saya bersama rekan kerja terus melakukan berbagai inovasi baru dan merumuskan breakthrough apa yang perlu kita lakukan di tengah kondisi krisis saat itu,” ujarnya.

Lahirnya Armor Genuine coffee shop dan roastery diakuinya muncul dilatarbelakangi oleh fakta bahwa akibat pandemi industri pariwisata dan perhotelan terkena dampak yang begitu besar. Pada suatu kesempatan meeting dengan jajaran direksi, salah satu direkturnya menyampaikan, ada kemungkinan sebagian staf akan dilayoff atau diberhentikan.

“Saya lumayan terpukul mendengarnya. Itu merupakan beban yang cukup berat bagi saya. Sebenarnya saya tidak ingin tiap satu staf yang harus menanggung sekitar empat anggota keluarga harus terkena imbas layoff,” kata Renaldi.

Pada saat itu dia benar-benar berpikir keras apa yang harus dilakukan agar tetap bisa menampung mereka. Kemudian dia memutuskan mencari bisnis yang tidak terlalu berat, investasi ringan, mudah dipelajari, tetapi perputarannya cepat. Akhirnya salah satu bisnis yang tercetus adalah bidang food and beverages, apalagi kopi saat ini termasuk fast moving business dan digemari millenials.

“Puji syukur, kami memiliki berbagai aset yang belum bergerak. Menurut saya, ini waktu yang tepat pula untuk membangkitkan asetaset yang masih ‘tertidur’. Maka lahirlah Armor Genuine,” ungkap Renaldi.

Sejak berdirinya coffee shop tersebut pada April 2021, hingga kini ketika sudah menginjak enam bulan, tercatat ada lima cabang yang telah dibuka di beberapa titik strategis, dengan mempekerjakan para karyawan yang terpaksa di-layoff dari unit-unit usaha lain, seperti hotel dan properti. Renaldi mengakui tentu perlu biaya untuk belajar, serta perlu meningkatkan standardisasi setiap saat, namun ia menyebut seiring waktu semakin terlihat baik.

Tantangan yang menerpa tak berhenti di sana. Ketika terjadi pandemi gelombang kedua Juni lalu, Renaldi mengaku mendapatkan pelajaran lagi. Tanpa menggoyahkan semangat, ia mengaku tetap harus move forward dan melangkah lebih lanjut. Selama dua bulan timnya memang sempat off, namun di saat yang sama sambil melakukan pembangunan diiringi semangat dan harapan optimis, agar ketika pandemi berakhir segera bisa melaunching kafe tersebut.

Renaldi menjelaskan, Armor Genuine coffee mengusung konsep kafe di tengah taman terbuka.

“Konsep ini dibangun untuk memberikan kesan dan rasa yang berbeda bagi para eksekutif muda, sebab kebetulan lokasinya tidak jauh dari pusat properti, apartemen, bank, perkantoran, dan pusat niaga lainnya,” papar pria yang hobi memelihara hewan ini.

Hal ini berkaitan dengan prinsipnya yang harus memiliki perhitungan baik sebelum melangkah. Ia mengamati selama pandemi ini, perilaku manusia ikut berubah. Sekarang ternyata banyak orang lebih menyukai melakukan aktivitas di ruang terbuka atau outdoor.

“Oleh karena itu, kami berusaha menyajikan 70 persen ruang terbuka supaya lebih nyaman apalagi pada sore hari. Tak hanya itu, apa yang saya tangkap selama pandemi ini, mungkin orang-orang sudah jenuh dengan segala sesuatu yang mainstream. Saya berulang menekankan kepada tim bahwa sekarang kita harus menjual kreativitas yang out of the box dan antimainstream. Orang ingin melihat sesuatu yang aneh. Ide seperti inilah yang akan diterima baik oleh pasar terutama kaum milenial dan Gen Z,” tuturnya.

Sebagai bagian dari kaum milenial, Renaldi tentu bisa mengerti kebutuhan para konsumennya karena ia juga memiliki aktivitas yang tak jauh berbeda sehari-hari.

“Setiap Senin sampai Jumat, saya di kantor melakukan aktivitas bisnis bertemu klien dan sebagainya, sedangkan Sabtu dan Minggu saya selalu menyempatkan diri dan memanfaatkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman, membangun relasi, making a social life, maupun menjalankan hobi. Membangun relasi itu penting. Karena itulah, saya selalu menyebut bisnis kopi ini sebagai secangkir kopi yang membawa keberkahan untuk semua. Tak jarang dengan secangkir kopi orang-orang bisa bertemu relasi baru dan bisnis baru,” pungkasnya. (Angie/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.