Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Hampir Rampung, Pemerintah Pastikan Warga Bangkit Lebih Tangguh

Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Hampir Rampung, Pemerintah Pastikan Warga Bangkit Lebih Tangguh
Menko PMK dalam konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto Dok. Humas Kemenko PMK)

Obsessionnews.com — Upaya pemulihan pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan progres menggembirakan. Pemerintah memastikan sebagian besar infrastruktur vital telah kembali berfungsi, layanan dasar masyarakat berjalan normal, dan aktivitas sosial-ekonomi warga berangsur pulih.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, kerja cepat dan kolaboratif antara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mempercepat pemulihan. Pembangunan kembali tidak hanya menyasar perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum, tetapi juga hunian masyarakat, sekolah, layanan kesehatan, serta pemulihan roda perekonomian lokal.

“Layanan dasar masyarakat hampir sepenuhnya pulih, jaringan komunikasi sudah normal, dan infrastruktur utama telah berfungsi kembali. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan dengan prinsip membangun lebih baik dan lebih kuat,” ujar Menko PMK.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana. Pendekatan yang digunakan mengedepankan pengurangan risiko dan penguatan ketahanan wilayah, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.

Langkah percepatan tersebut diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 dan Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2026 yang menjadi landasan hukum dalam mengakselerasi rehabilitasi dan rekonstruksi secara terukur serta akuntabel.

Selain tiga provinsi di Sumatra, pemerintah juga terus memantau dan menangani sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai daerah lain, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Pendekatan terpadu dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan pemulihan.

“Komitmen kita jelas: bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik, lebih kokoh, dan lebih tangguh,” tegasnya.

Kehadiran sejumlah menteri dan pimpinan lembaga dalam konferensi pers tersebut mencerminkan soliditas pemerintah dalam memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.