Menko PMK: Satu Tahun CKG, Fondasi SDM Unggul Dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan

Menko PMK: Satu Tahun CKG, Fondasi SDM Unggul Dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan
Menko PMK Pratikno usai meninjau Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026), dalam rangka Peringatan 1 Tahun Cek Kesehatan Gratis. (Foto Dok. Humas Kemenko PMK)

Obsessionnews.com — Pemerintah menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia unggul melalui pendekatan kesehatan preventif. Dalam satu tahun pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), lebih dari 70 juta masyarakat Indonesia telah memanfaatkan layanan ini sebagai langkah deteksi dini dan perlindungan kesehatan jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun program tersebut berjalan.

Menurut Pratikno, CKG bukan sekadar layanan pemeriksaan kesehatan, melainkan transformasi paradigma pembangunan kesehatan nasional. Pemerintah secara bertahap menggeser fokus dari pola kuratif yakni mengobati saat sakit ke pola preventif yang menekankan pencegahan dan deteksi dini.

“Setahun lalu program ini diluncurkan. Hari ini sudah lebih dari 70 juta warga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis. Ini bukan angka kecil, ini fondasi besar bagi kualitas bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesehatan sebagai titik awal pembangunan manusia. Tanpa tubuh yang sehat, produktivitas dan daya saing tidak akan tumbuh optimal.

“Cek kesehatan hari ini adalah investasi masa depan. Mencegah lebih penting daripada mengobati. Dengan deteksi dini, risiko penyakit bisa dikendalikan sebelum berkembang menjadi beban yang lebih besar,” tegasnya.

Dalam kunjungannya, Pratikno juga mengapresiasi penyempurnaan sistem layanan yang kini lebih terintegrasi, cepat, dan adaptif. Program CKG tidak lagi pasif menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif menjangkau sekolah, kantor, kawasan industri, hingga komunitas masyarakat.

Pendekatan ini dinilai sebagai bukti kehadiran negara dalam memastikan akses layanan kesehatan merata dan inklusif. Pemerintah juga memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan berjalan efektif, termasuk akses ke fasilitas kesehatan rujukan.

Terkait pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran (PBI), Menko PMK menegaskan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat proses administrasi. Dalam masa transisi integrasi data selama tiga bulan ke depan, peserta tetap dilayani sembari dilakukan percepatan sinkronisasi oleh BPJS Kesehatan.

“Rumah sakit tidak dibenarkan menolak pasien. Layani terlebih dahulu. Itu sudah menjadi keputusan,” tegasnya.

Dengan capaian satu tahun, CKG menjadi salah satu program strategis dalam arsitektur pembangunan manusia Indonesia. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terus meningkat, sehingga kesehatan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi budaya bersama menuju Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.