Ekspor Perdana Durian Beku RI Tembus Tiongkok, Pemerintah Perkuat Posisi di Pasar Hortikultura Global

Obsessionnews.com — Indonesia resmi mencatatkan langkah penting dalam penguatan ekspor hortikultura. Untuk pertama kalinya, durian beku asal Indonesia berhasil masuk pasar Tiongkok setelah tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, pada awal Januari 2026. Capaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian bernilai tambah di pasar internasional.
Ekspor perdana tersebut mencakup 23 ton durian beku produksi PT Amerta Nadi Agro Cemerlang dari Sulawesi Tengah dengan nilai transaksi mencapai USD 123,84 ribu atau sekitar Rp2,08 miliar. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar RI di Beijing melalui Atase Perdagangan RI Beijing yang memfasilitasi komunikasi bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan mitra di Tiongkok.
Atase Perdagangan RI Beijing Budi Hansyah menyatakan bahwa masuknya durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok merupakan pengakuan atas kualitas dan standar produk hortikultura nasional. Menurutnya, produk tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan teknis yang ditetapkan otoritas Tiongkok, mulai dari aspek keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga standar mutu.
“Ekspor langsung ini menegaskan bahwa produk hortikultura Indonesia mampu bersaing di pasar global. Otoritas Tiongkok memberikan kepercayaan karena durian beku Indonesia memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.
Ia menambahkan, proses ekspor telah melalui persetujuan Badan Karantina RI serta pengawasan kepabeanan dan karantina di Tiongkok. Hal tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kredibilitas sistem jaminan mutu dan karantina pertanian Indonesia di mata mitra dagang internasional.
Durian beku yang diekspor ke Tiongkok tidak hanya dipasarkan sebagai produk konsumsi langsung, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah seperti daging durian beku, durian kering, durian kering beku, hingga pasta durian. Produk olahan ini akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok yang memiliki tingkat permintaan tinggi terhadap durian.
Melihat peluang tersebut, Kemendag mendorong pelaku usaha nasional untuk memperluas orientasi ekspor dari komoditas mentah ke produk olahan bernilai tambah. Strategi ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di tengah persaingan regional.
Direktur PT Amerta Nadi Agro Cemerlang I Putu Agus Candranata mengapresiasi dukungan pemerintah dalam mendorong ekspor hortikultura. Ia menilai pendampingan yang diberikan, mulai dari penyediaan informasi pasar hingga fasilitasi pengurusan dokumen ekspor, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengiriman perdana ini.
Masuknya durian beku Indonesia melalui Pelabuhan Qinzhou juga memiliki nilai strategis. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu simpul logistik utama perdagangan buah Tiongkok–ASEAN, didukung infrastruktur kepabeanan cepat, kawasan berikat, serta jaringan logistik laut dan kereta barang yang menjangkau wilayah pedalaman Tiongkok.
Menurut Budi, penguatan jalur ekspor melalui Qinzhou tidak hanya mempercepat distribusi produk hortikultura Indonesia, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ke berbagai wilayah strategis di Tiongkok. Dengan beroperasinya proyek Terusan Pinglu pada 2026, biaya logistik produk pertanian Indonesia diproyeksikan dapat ditekan hingga 30 persen.
Capaian ekspor durian beku ini juga sejalan dengan tren peningkatan perdagangan Indonesia–Tiongkok. Pada periode Januari–November 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 138,34 miliar atau tumbuh 12,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode tersebut tercatat sebesar USD 60,30 miliar.
Dengan terbukanya akses pasar durian beku ke Tiongkok, Indonesia dinilai semakin siap mengoptimalkan potensi hortikultura sebagai sumber pertumbuhan ekspor baru. Langkah ini sekaligus menegaskan strategi pemerintah dalam memperkuat daya saing produk pertanian nasional di pasar global melalui peningkatan kualitas, kepastian standar, dan pengembangan produk bernilai tambah. (Ali)





























