Wujudkan Transportasi Inklusif, Transjakarta Perkuat Ekosistem Ramah Perempuan dan Anak

Wujudkan Transportasi Inklusif, Transjakarta Perkuat Ekosistem Ramah Perempuan dan Anak
Pertemuan antara jajaran Direksi Transjakarta dan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Jakarta Pusat (Foto Dok. Humas Transjakarta)

Obsessionnews.com –PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus menunjukkan dedikasinya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang hangat, aman, dan inklusif. Sebagai urat nadi mobilitas warga Jakarta, Transjakarta mempertegas komitmennya dalam memberikan proteksi serta kenyamanan ekstra bagi pelanggan perempuan melalui sinergi strategis bersama Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.

Langkah nyata ini dibahas dalam pertemuan antara jajaran Direksi Transjakarta dan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, yang berlangsung di Jakarta Pusat. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan setiap sudut layanan Transjakarta menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa aspek keramahan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi standar utama layanan. Saat ini, Transjakarta menyediakan ruang khusus perempuan di setiap armada, serta mengoperasikan bus berkelir merah muda yang dikhususkan bagi pelanggan perempuan pada rute-rute dengan tingkat kepadatan tinggi.

“Kami ingin setiap perempuan merasa tenang dan aman saat melangkah masuk ke dalam bus. Selain menyediakan ruang khusus, kami juga membawa misi besar dalam pilar keberlanjutan (sustainability), yakni mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja,”ujar Welfizon.

Ia juga memaparkan target peningkatan keterlibatan perempuan sebagai pramudi Transjakarta. “Saat ini, jumlah pramudi perempuan memang masih berada di kisaran 2–3 persen. Namun, dalam tiga tahun ke depan, kami menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 20–30 persen. Kami ingin mendobrak stigma dan membuktikan bahwa perempuan mampu memegang peran krusial di industri transportasi,”jelasnya.

Dalam upaya memperkuat rasa aman di transportasi publik, Transjakarta telah meluncurkan Lentera, sebuah satuan tugas berbasis relawan yang berfokus pada pencegahan dan penanganan pelecehan seksual. Ke depan, inisiatif ini akan dikembangkan menjadi gerakan berbasis masyarakat agar pengawasan dan kepedulian dapat menjangkau lebih luas serta bersifat partisipatif.

Tidak hanya berfokus pada keamanan perjalanan, Transjakarta juga menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan dan pelanggan dengan membangun fasilitas daycare di Kantor Pusat Cawang.

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut merupakan langkah awal yang ke depannya akan dikembangkan secara bertahap di halte-halte strategis.

“Kami ingin mendukung para ibu yang bekerja, baik sebagai karyawan maupun pelanggan, dengan menyediakan ruang pengasuhan yang layak, aman, dan nyaman bagi anak usia 2 hingga 6 tahun,”ujar Mayangsari.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyambut baik berbagai transformasi positif yang dilakukan Transjakarta. Mengingat tingginya jumlah pelanggan perempuan, ia menekankan pentingnya penguatan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) yang telah hadir di 69 titik halte sejak 2019 agar terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Melalui pelatihan berkala bagi petugas pramusapa dalam menangani kasus kekerasan, kita sedang membangun sistem perlindungan yang kuat di moda transportasi publik,”pungkas Dwi.

Melalui langkah-langkah progresif tersebut, Transjakarta tidak hanya mengantarkan pelanggan ke tempat tujuan, tetapi juga membangun budaya transportasi publik yang menjunjung tinggi rasa aman, kesetaraan, dan penghormatan terhadap setiap manusia. (Ali)