Cerita Lain di Balik Gugurnya Marsma TNI Fajar Adriyanto

Obsessionnews.com - Marsma TNI Fajar Adriyanto gugur dalam kecelakaan pesawat latih sipil Quicksilver GT500 di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 3 Agustus 2025. Pesawat yang dia pilotasi jatuh sekitar pukul 09:30 WIB, saat melakukan latihan penerbangan.
Namun ada cerita lain di balik kepergian penerbang andal ini. Bukan soal kecelakaan pesawat yang dibawanya. Tapi eksistensi perwira tinggi TNI AU dari abituren atau angkatan 1992 pasca "kepergiannya".
Sekadar catatan, almarhum Marsma TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara 1992 dan peraih trophy terbaik Sekolah Penerbang diangkatannya. Dengan wafatnya Marsma TNI Fajar Adriyanto yang memiliki call sign RED WOLF, maka otomatis perwira penerbang tempur Angkatan 1992 TNI AU saat ini hanya tinggal 2 orang yakni Marsma TNI Ronny RED FOX Moningka dan Marsda TNI Widyargo RED BEE Ikoputra yang saat ini sudah bintang dua alias Marsekal Muda.
Marsma Ronny Moningka dan almarhum Marsma Fajar Adriyanto mengalami "pecah bintang" secara bersamaan pada 7 tahun lalu yakni pertengahan tahun 2018.
Marsma Ronny Moningka, ST, MM, M.Han yang merupakan peraih Adi Makayasa AAU tahun 1992 dan sejak 14 Maret 2025 mengemban amanat sebagai Dirjianbang Akademi TNI.
Dalam satu pertemuan penulis beberapa hari lalu dengan Marsma Ronny, saya sempat menyinggung jika Marsma Ronny dan almarhum Marsma Fajar adalah perwira kebanggaan AAU 1992. Betapa tidak, selain lulusan terbaik AAU 1992, Ronny juga pernah mengemban berbagai penugasan antara lain Kepala Seksi Operasi dan Latihan Dinas Operasi Lanud Iswahjudi (2008), Komandan Skadron Udara 14 (2008—2009), Komandan Lanud El Tari (2017—2018), Asops Kaskoopsau II (2018—2018), Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (2018—2021), Wadanseskoau (2021—2023) dan Dirlambangja Puslaiklambangjaau (2023—2025).
Selain jabatan militer, pria asal Manado Sulawesi Utara bernama asli Ronny Irianto Moningka ini juga mendapatkan _Reward Welldone_ 2008, pengelolaan Aset Lanud Terbaik 2019 oleh Kasau dan pernah di tempatkan sebagai Asisten Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Penulis yang pernah sama-sama satu ruangan sebagai Asisten Staf Khusus Presiden SBY dengan Marsma Ronny melihat ia sebagai figur yang cerdas dan humble. Tak heran kalau penugasan-penugasan yang diberikan kepadanya kala itu dapat diselesaikan dengan baik. Tentu saja potensi ia meraih bintang dua bukan hal mustahil setelah 7 tahun menyandang Marsekal Pertama. (rud)





























