PHTC Dominan, Menko PMK Usulkan Penguatan Anggaran untuk Kawal Program Prioritas SDM dan Talenta AI

Obsessionnews.com -–Di tengah dinamika global dan disrupsi teknologi yang kian masif, pembangunan manusia dan penguatan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi jantung dari perjalanan Indonesia menuju 2045. Hal itu kembali ditekankan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI terkait Rencana Kerja dan Anggaran RAPBN Tahun Anggaran 2026, Senin (7/7), di Kompleks Parlemen, Senayan.
Dalam forum strategis ini, Menko PMK menegaskan bahwa mayoritas program prioritas nasional, khususnya dalam skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, berada dalam koordinasi Kemenko PMK. Ini mencakup isu-isu krusial seperti pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah, percepatan penurunan stunting, penanggulangan TBC, renovasi sekolah dan pembangunan rumah sakit daerah hingga peluncuran program Sekolah Unggul Garuda dan digitalisasi pembelajaran.
“Kami bukan hanya melakukan koordinasi biasa, tetapi sinkronisasi menyeluruh dan pengendalian lintas sektor. Tantangannya tidak kecil, tetapi ini adalah mandat sejarah yang harus dijalankan dengan presisi,”ujar Pratikno di hadapan anggota Banggar DPR RI.
Menko PMK juga mengangkat isu strategis yang kini tengah menyita perhatian global yakni kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, kemajuan AI perlu diimbangi dengan kecerdasan etika dan karakter kebangsaan. Oleh karena itu, Kemenko PMK juga mengusung program "Talenta AI" sebagai salah satu upaya literasi teknologi untuk semua kalangan.
“Kami galau tapi optimis. AI membawa faedah besar untuk produktivitas, tapi juga membawa risiko besar bagi jati diri bangsa. Kita butuh pendekatan digital for all yakni edukasi yang inklusif dan mencerahkan, agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pengarah AI yang cerdas dan bermoral,”tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia memerlukan kebijakan lintas sektor yang berpihak pada pembangunan karakter, bukan semata pertumbuhan angka.
Kemenko PMK mengusulkan penguatan dukungan sumber daya, seiring meningkatnya cakupan dan kompleksitas peran koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian (SKP) lintas kementerian/lembaga. Namun, Pratikno menegaskan bahwa semua harus dijalankan dengan efisiensi dan akuntabilitas.
Respon positif pun datang dari Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah yang menyatakan, “Secara proporsional kami akan mendukung sepenuhnya. Pagu anggaran para Menko akan diperhatikan sebelum nota keuangan disampaikan. Ini adalah kerja strategis untuk memperkuat fondasi bangsa.”
Menko PMK menutup pemaparannya dengan optimisme. Ia menggambarkan peta pembangunan SDM sebagai jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045, yang hanya bisa ditempuh dengan kerja kolektif, semangat inovasi, dan keberpihakan pada manusia.
“Membangun karakter dan talenta manusia jauh lebih mendesak. Karena manusia Indonesia-lah yang akan menentukan ke mana arah bangsa ini melaju,”ujarnya mengakhiri. (Ali)





























