Khadijah Label, Brand Lokal yang Tumbuh dengan Semangat dan Dedikasi

Obsessionnews.com - Semangat anak muda dalam berkarya terus menjadi pendorong utama pertumbuhan industri lokal di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem digital, kreativitas mereka mampu melahirkan inovasi yang membuat brand lokal semakin berkembang dan menghadirkan produk yang sesuai dengan tren serta kebutuhan pasar.
Salah satu contoh sukses dari semangat ini adalah Khadijah Label, yang kini dikenal sebagai KHDJH. Brand fashion muslim ini didirikan pada tahun 2017 oleh Muhammad Themy Setiawan ketika ia masih berusia 20 tahun.
Sejak awal, KHDJH hadir sebagai perwujudan mimpi besar seorang anak muda untuk mewarnai industri fashion muslim Indonesia. Themy menegaskan bahwa bisnisnya tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada pengalaman konsumen yang optimal.
"Selain berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas terbaik yang dapat merepresentasikan identitas muslimah modern, KHDJH juga menempatkan pengalaman konsumen sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, aksesibilitas dan kemudahan dalam menjangkau konsumen menjadi hal yang sangat kami perhatikan," ujar Themy.

Dengan semakin matangnya pemahaman bisnis serta modal yang telah ia kumpulkan, pada tahun 2019 Themy mengambil langkah besar dengan memproduksi sendiri barang-barang di bawah merek KHDJH. Keputusan ini tidak hanya menjadi strategi bisnis yang tepat, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk berkembang bersama.
Sejak awal, Themy memang berkomitmen untuk membangun rantai produksi yang sepenuhnya berbasis lokal. Mulai dari penggunaan bahan baku dalam negeri hingga melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses produksinya.
Namun, lebih dari sekadar menciptakan lapangan pekerjaan, ia juga memastikan bahwa para pekerja mendapatkan pelatihan keterampilan yang layak agar mereka dapat berkembang secara profesional.
“Kami ingin lebih dari sekadar bisnis fashion. Kami ingin memberdayakan komunitas, memastikan bahwa setiap individu yang terlibat dalam operasional KHDJH memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tambahnya.
Baca Juga:
UMKM Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional, Kenapa Tidak?
Perjalanan KHDJH menuju kesuksesan tidaklah mudah. Themy menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stok produk yang menumpuk, kerugian dalam penjualan, hingga kasus penipuan yang merugikan bisnisnya. Namun, keyakinan terhadap kualitas produk serta kekompakan tim menjadi faktor yang membuatnya terus berjuang.
“Saat merintis KHDJH, saya belum memiliki banyak pengalaman bisnis. Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan sebagai pengusaha muda adalah pentingnya memiliki mentor yang tepat, membangun relasi bisnis yang kuat, serta menjadi pemimpin yang baik bagi tim. Selain itu, kita juga harus bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Membangun bisnis bukan hanya tentang seberapa cepat kita bisa besar, tetapi juga seberapa lama kita bisa bertahan dan memberikan dampak positif bagi orang lain,” ungkap Themy.
Kini, di usia 28 tahun, Themy telah membawa KHDJH ke level yang lebih tinggi. Brand ini telah memiliki lebih dari 30 karyawan, memberdayakan 100 penjahit lokal, serta membuka peluang baru bagi ratusan reseller dan dropshipper di seluruh Indonesia.
Keberhasilan KHDJH bukan hanya sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga tentang bagaimana brand ini mampu menciptakan dampak bagi komunitas yang lebih luas. Dengan terus menjaga kualitas, inovasi, dan keberlanjutan, KHDJH membuktikan bahwa brand lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkembang di industri fashion muslim Indonesia.(Arfi)





























