Sikapi Kasus Korupsi, Dirut Pertamina Bakal Tingkatkan Transparansi

Sikapi Kasus Korupsi, Dirut Pertamina Bakal Tingkatkan Transparansi
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tengah). (Dok/Pertamina)



Obsessionnews.com - Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri bakal melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan minyak mentah, buntut perkara korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Simon bakal meningkatkan koordinasi dengan Kementerian ESDM dan menutup celah-celah korupsi melalui transparansi.

Dia menilai langkah itu penting diterapkan untuk menghindari dampak negatif terhadap perusahaan dan keuangan negara. Selain transparansi, dirinya juga menyinggung adanya evaluasi terhadap tata kelola selama ini.

Baca Juga:
Kisruh Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Dirut Pertamina Minta Maaf

"Celah-celah yang kita dengar dari fakta hukum kita perbaiki dan tentunya semakin mendapat cara agar supaya pengelolaan ini tidak memberikan dampak yang negatif terhadap perusahaan atau pun keuangan negara," kata Simon, dalam konferensi pers di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3).

Kejagung menersangkakan total 9 orang dalam perkara tata kelola minyak di Pertamina. Mayoritas tersangka merupakan petinggi subholding Pertamina. Kasus ini mendapat sorotan tajam karena bukan hanya mengakali impor, tersangka dituduh mengoplos Pertalite menjadi Pertamax.

Baca Juga:
Balada Korupsi di Pertamina: Tersangka Bertambah, Kisruh Pertamax Oplosan Tak Mereda

Simon mengatakan, Indonesia masih membutuhkan impor untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri. Kegiatan impor perlu dipertahankan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Kurang lebih ada sekitar 40 persen kebutuhan kita untuk menambah sumber dari luar Indonesia untuk minyak mentah, dan 42 persen untuk sumber produk dari luar Indonesia. Tentunya hal ini harus tetap terus berjalan untuk memastikan ketahanan energi dan ketersediaan energi di masyarakat," ujarnya. (Erwin)