Imbas Sikap Trump ke Zelensky, Perusahaan Minyak Norwegia Berhenti Pasok Bahan Bakar untuk Militer AS

Obsessionnews.com - Perusahaan minyak asal Norwegia, Haltbakk Bunkers, mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi memasok bahan bakar untuk militer Amerika Serikat (AS) di Norwegia, termasuk untuk kapal perang AS yang singgah di pelabuhan negara tersebut.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap sikap AS terhadap Ukraina, terutama dalam pertukaran pernyataan panas antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Haltbakk Bunkers menyatakan bahwa keputusan mereka untuk menghentikan pasokan bahan bakar bagi pasukan dan kapal perang AS diambil sebagai respons terhadap tayangan televisi yang menampilkan perdebatan sengit antara para pemimpin AS dan Ukraina.
Perusahaan ini mengutuk cara AS memperlakukan Zelensky dalam pertemuan Oval Office pada Jumat (28/2), menyebut acara tersebut sebagai "tayangan omong kosong terbesar yang pernah disiarkan langsung di TV".
Baca Juga:
Telepon Donald Trump, Prabowo: kalau Memungkinkan Saya Mau Bertemu
Menanggapi kejadian tersebut, Haltbakk Bunkers memberikan penghargaan kepada Zelensky atas kesabarannya dalam menghadapi serangan verbal dari Trump dan Vance.
"Penghargaan besar untuk Presiden Ukraina yang menahan diri dan tetap tenang meskipun AS menayangkan acara TV yang menusuk dari belakang. Itu membuat kami muak," tulis Haltbakk Bunkers, dikutip dari Jerusalem Post, Senin (3/3/2025).
Pernyataan ini menegaskan bahwa perusahaan merasa kecewa dan marah atas cara AS memperlakukan Ukraina dalam siaran tersebut.
"Kami telah memutuskan untuk segera berhenti menjadi penyedia bahan bakar bagi pasukan Amerika di Norwegia dan kapal-kapal mereka yang singgah di pelabuhan Norwegia. Tidak ada bahan bakar untuk Amerika!," tegas perusahaan tersebut.
Selain itu, Haltbakk Bunkers juga mendesak perusahaan-perusahaan Eropa lainnya untuk mengikuti langkah mereka dalam menolak bekerja sama dengan militer AS.
Mereka juga menyerukan aksi kolektif perusahaan-perusahaan Eropa lainnya untuk menolak mendukung pasukan AS, sebagai bentuk solidaritas terhadap Ukraina.(Arfi)





























