Zaman Serba Canggih, Pendidikan Formal Semakin Penting

Obsessionnews.com - Pendidikan formal semakin relevan untuk zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Tanpa kebijaksanaan yang dipupuk sejak dini melalui pendidikan, kecanggihan teknologi bakal berbuah malapetaka sosial.
Rektor Universitas Bakrie Sofia W Alisjahbana menilai basis pendidikan tak boleh dikesampingkan dalam merespons perkembangan teknologi yang masif. Disrupsi yang terjadi membutuhkan kebijaksanaan yang berasal dari pendidikan formal.
Baca Juga:
Ibu Tangguh, Indonesia Maju
“Basis pendidikan itu saya kira perlu,” kata Sofia, dalam acara Obsession Talk yang mengangkat tema besar “Ibu Tangguh Memajukan Indonesia” yang dilaksanakan di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (27/2).
Turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut yakni Wakil Rektor IV Telkom University Rina Pudji Astuti, Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Nita Yudi danFounder Brand Skincare Stefskin & Nadiya Group Nadia Stefanie Destiana.
Sofia melanjutkan, proses pembelajaran tetap menjadi modal dasar untuk merespons tantangan dan kemajuan zaman. Sebagai akademisi, dirinya menilai pembangunan karakter melalui pendidikan masih relevan.
Baca Juga:
Mengapresiasi Ibu Indonesia
Dalam menguatkan pendidikan untuk mahasiswa, Universitas Bakrie menggelar kerja sama di dalam dan luar negeri. Melalui study mobility program misalnya, kampus mengirim mahasiswa untuk mengenal dan mempelajari riset atau laboratorium kampus di luar negeri.
Wakil Rektor IV Telkom University Rina Pudji Astuti menambahkan, pendidikan harus dibangun dengan kolaborasi. Namun dirinya menganggap penting pula faktor lingkungan (environment) pada bidang pendidikan.
Kampus Telkom, kata Rina, rutin mengadakan penguatan maupun pengembangan untuk dosen dan mahasiswa dalam setiap semester. Pelatihan yang digelar meliputi riset.
Telkom memiliki lebih dari 1400 dosen dan 4500 lebih mahasiswa dengan tujuh fakultas. Sekitar 35 persen mahasiswa merupakan perempuan. Sedangkan 40 persen tenaga pengajar termasuk rektor merupakan perempuan.
Perempuan Pendidik
Menurut Rina, pendidikan harus mulai diterapkan dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Dia meyakini tenaga unggul lahir dari pendidikan yang dimulai sejak dini, bahkan mulai dari dalam rahim, balita, remaja hingga dewasa.
Rina menilai perempuan secara kodrat terlahir sebagai sosok yang multitasking. Hal ini menjadi anugerah tersendiri bagi mereka yang berkiprah pada bidang pendidikan, karena bisa mengenal dan potensi anak sejak dini.
Kaum ibu memiliki keunggulan karena otak kanan dan kiri bisa bekerja secara simultan. Dalam mencetak tenaga unggul,
perempuan memainkan peranan penting pada bidang tersebut.
“Ibu tangguh Indonesia mengenal potensi anak,” tuturnya. (Erwin)





























