Rapor Buruk 100 Hari Pemerintahan Prabowo dan Visi Indonesia Emas 2045

Rapor Buruk 100 Hari Pemerintahan Prabowo dan Visi Indonesia Emas 2045
Presiden Prabowo Subianto. (Tim Media Prabowo)


Obsessionnews.com - Sekalipun kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai tertinggi dalam sejarah, yakni 80,9 persen, bukan berarti tidak ada data yang menunjukkan sebaliknya. Center of Economic and Law Studies (Celios) memberi rapor buruk terhadap pemerintah yang menunjukkan tantangan membawa Indonesia Emas 2045 bukan perkara mudah.

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, Celios memberi nilai 5 kepuasan kepada Prabowo, dan 2 untuk Gibran setelah memotret seluruh kinerja kementerian. Bahkan Celios memberi rekomendasi untuk mereshuffle. Ray menilai data dari Celios sudah cukup dijadikan bahan bagi Prabowo untuk mengevaluasi kinerja kabinet.

Baca Juga:
Capaian Semu Kepuasan Publik 80,9 Persen

"Jika kita melihat kinerja pemerintahan Prabowo-Gibrab berdasarkan survey Celios ini, kita akan dihadapkan pada kenyataan begitu banyak hal yang harus diperbaiki dan dikerjakan. Begitu banyak tantangan yang harus dilewati. Dan begitu banyak persoalan yang harus ditemukan jawabannya," kata Ray di Jakarta, Sabtu (25/1).

Celios merekomendasikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menkop Budi Arie Setiadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri Desa Yandri Susanto perlu dievaluasi. Celios juga membeberkan banyak persoalan yang mengharuskan pemerintahan Prabowo perlu kerja keras memperbaikinya.

Baca Juga:
100 Hari Pemerintahan Prabowo: Menguatnya Militerisme dan Kembalinya Dwifungsi TNI

Ray menilai, persoalan-persoalan substantif dan prinsipil pada 100 hari pemerintahan Prabowo teralihkan oleh program-program populis seperti makan bergizi gratis. Padahal, terdapat isu serius warisan presiden terdahulu khususnya dalam penegakan hukum.

"Justru yang diwariskan oleh Jokowi adalah korupsi yang makin merajalela dan terlihat biasa saja, penegakan hukum yang tidak adil, institusi polisi yang politis dan makin kurang professional, ketimpangan ekonomi yang makin meningkat, birokrasi yang berpolitik, nepotisme politik yang merajalela, pengangguran yang makin meningkat, dan sederet persoalan lainnya," ujarnya.

Dia menyebut, kemerosotan pengelolaan bangsa dan negara warisan Jokowi mulai terungkap ke masyarakat. Isu-isu tersebut tergolong serius, bahkan perlu menjadi prioritas untuk dibenahi menuju Indonesia Emas.

"Salah satunya adalah pagar bambu di laut Tangerang, polisi yang kerap menggunakan senjata untuk tindakan yang keliru, pemilu terburuk dalam sejarah pemilu reformasi, dan wajah KPK yang sibuk urusan sepele. Warisan ini, mau tidak mau, harus dibereskan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran," tuturnya. (Erwin)