* Menhub Budi Karya. (Antara)

Obsessionnews.com – Menhub Budi Karya membeberkan tantangan mengelola transportasi pemerintahan selanjutnya. Dia menyebut ada tiga pekerjaan besar Menhub RI pada pemerintahan Prabowo ke depan, yakni berkaitan dengan lingkungan, keamanan (safety) dan kemacetan.
Menurut Budi Karya, pekerjaan rumah (PR) atau tantangan transportasi sudah tertuang dalam buku putih yang telah diterbitkan pihaknya. Buku tersebut menjadi catatan pembenahan dan merekam apa saja yang telah dilakukan Perhubungan sejauh ini.
Baca juga: Menteri Budi Karya Kenang saat Kuliah di UGM
“Ada tiga yang harus ditindaklanjuti. Pertama itu adalah lingkungan, yang kedua adalah safety, dan yang ketiga adalah kemacetan. Ini menjadi PR kita bersama,” kata Budi Karya selepas menghadiri acara Forum Kinerja Reformasi Indonesia sekaligus Peluncuran Buku Menteri PANRB Anti-Mainstream Bureaucracy di Jakarta, Kamis (10/10).
Menurutnya, contoh pengelolaan transportasi yang baik sudah ditunjukkan di Jakarta. Khususnya angkutan berbasis massal seperti Transjakarta, MRT, LRT, bahkan Whoosh.
“Jakarta sudah ada angkutan massal yang akan datang bukan hanya Jakarta tetapi Surabaya, Bandung, Medan dan lain sebagainya, contohnya sudah ada di Jakarta, sekarang tinggal dilakukan di tempat lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengapresiasi sinyal Menpan RB Azwar Anas yang bakal menaikan tunjungan kinerja ASN Perhubungan. Dia menganggap hal itu baik, karena para personel di lapangan sudah memberi kontribusi yang berdampak pada masyarakat.
“Ya, saya bersyusur. Saya juga melihat kawan-kawan kami di kawan-kawan di Perhubungan itu, effort-nya sebagai ASN luar biasa. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, kadang-kadang di pelosok, harus pisah dengan keluarga, kerjanya tak kenal jam,” ujarnya.
Dia kembali menyinggung, dalam satu dekade, Perhubungan bekerja membangun moda transportasi publik yang memadai. Bahkan di belahan Indonesia Timur, pelabuhan-pelabuhan kecil juga diperhatikan oleh petugas.
“Kita membangun bandara, pelabuhan, kereta api, Whoosh, MRT, LRT dalam satu dekade itu terjadi. Tetapi sebaliknya, kalau di Indonesia Timur, ada pelabuhan-pelabuhan kecil yang jarang disentuh, kita harus hadir di sana,” ungkapnya.
Budi Karya turut optimistis pemerintahan Prabowo ke depan bakal melanjutkan atau meningkatkan capaian pemerintahan Presiden Jokowi. Dia menilai Jokowi membangun manajemen transportasi untuk menyambungkan semua wilayah di Indonesia. Khususnya Indonesia Timur dengan membangun tol laut.
Upaya tersebut, kata Budi Karya, terlihat dari pengembangan 10 wilayah Bali baru. Seperti Labuan Bajo dan Mandalika. Dirinya yakin peralihan antara pemerintahan Jokowi dengan Prabowo berjalan mulus.
“Jadi beliau-beliau bertemu, berdiskusi sehingga apa yang dilakukan Pak Presiden Jokowi, bisa menjadi landasan Pak Prabowo untuk melanjutkan,” kata Budi Karya. (Erwin)





























