Hari Kemerdekaan, Srikandi Bulog Berbagi Inspirasi

Hari Kemerdekaan, Srikandi Bulog Berbagi Inspirasi
* Direktur Bulog Sonya Mamoriska Harahap dan Febby Novita. (Istimewa)

Obsessionnews.com – Srikandi Bulog berbagi kebaikan dalam merayakan Hari Kemerdekaan ke-79 RI. Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Bulog Sonya Mamoriska Harahap membagikan kisah inspiratif mengisi peringatan proklamasi.

Sonya mengingatkan pentingnya dedikasi dan penerapan kesetaraan gender dalam menjalani kariernya sebagai profesional pada perusahaan plat merah. Sonya yang memiliki titel jebolan kampus luar negeri, mau berdedikasi dan menjadi abdi negara terinspirasi dari ayahanda yang PNS.

Baca juga: 57 Tahun BULOG dan Komitmen Mewujudkan Ketahanan Pangan

“Saat awal bergabung di Perum Bulog pada tahun 1998, saya bergabung di bagian pengadaan barang luar negeri,” kata Sonya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/8).

Sonya harus pontang-panting menjalankan karier karena harus membagi waktu menyelesaikan studi S3 di Indonesia. Jerih payahnya tidak sia-sia karena dipercaya mengepalai bidang Informasi Teknologi (IT) sebelum akhirnya memimpin Direktorat Transformasi dan Hubungan Kelembagaan.

Aktivitas yang dijalani tidak sebatas hanya melaksanakan rutinitas. Sonya memiliki misi besar ikut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Tekad tersebut selaras dengan manajemen strategis Perum Bulog yang bertransformasi dari Lembaga Pemerintah Non Departemen lalu menjadi Perum di bawah Kementerian BUMN.

“Saya pernah bekerja di perusahan asing di Amerika Serikat setelah menempuh pendidikan S1 dan terpacu untuk lebih mendalami ilmu bisnis sampai ke jenjang pendidikan S2 ke Australia, berharap bisa membawa suatu transformasi digital di Perum Bulog,” imbuh Sonya.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa walaupun Perum Bulog sudah berdiri lebih dari 50 tahun, tapi tetap bisa mengikuti dan menerapkan perkembangan teknologi sesuai kemajuan zaman.

Srikandi lainnya, Febby Novita membagikan tips bagaimana Bulog mampu bertransformasi dan mengembangkan inovasi. Tangan dinginnya membawa Bulog sebagai pemain kunci pada pangsa pasar beras premium dan memperluas jejaring ritel Rumah Pangan Kita (RPK). Saat ini sudah lebih dari 20.000 RPK milik masyarakat yang hadir di berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam kariernya di Perum Bulog, ia telah memperkenalkan berbagai produk komersial baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga memperkuat citra Perum Bulog sebagai perusahaan yang inovatif. Tantangan utama dalam pekerjaannya adalah bagaimana menjaga relevansi produk Perum Bulog di tengah perubahan preferensi konsumen dan persaingan yang semakin ketat.

Salah satu inisiatif yang dipimpin oleh Febby adalah pengembangan produk-produk berbasis pangan lokal yang dikemas dengan cara yang menarik bagi konsumen modern. Selain Sonya dan Febby, ada 5 Srikandi Bulog yang dipercaya sebagai Pimpinan Wilayah Perum Bulog di antaranya Elis Nurhayati, Pemimpin Wilayah Kantor Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Ada pula Mersi indrayani yang memimpin Wilayah Kantor Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ninik Setyowati (Yogyakarta), Siti Mardati Saing (Sulawesi Tenggara) dan Sri Murniati (Sumatera Barat).

Sonya, Febby, Elis, Mersi, Ninik, Siti Mardati dan Sri Murniati, merupakan inspirasi bagi generasi muda perempuan, yang bercita-cita untuk mencapai kesuksesan dalam karier mereka tanpa mengenal stigma dan batas. (Erwin)