Track Record, Referensi Utama Memilih Calon Pemimpin

Track Record, Referensi Utama Memilih Calon Pemimpin
Oleh: Ahmad Khozinudin, Pemerhati Politik Kampanye adalah sarana calon pemimpin mengenalkan dirinya, juga visi misinya untuk memimpin, baik memimpin jemaah maupun memimpin negara. Tapi, bagi pemilih, rujukan utama untuk memilih adalah track record (rekam jejak), sementara materi kampanye hanyalah rujukan sekunder (tambahan). Saat Rasulullah Saw wafat, para sahabat dapat segera memilih Abu Bakar RA sebagai Khalifah, karena para sahabat mengenal betul keutamaan Abu Bakar, karena mereka paham track recordnya. Jadi, Abu Bakar dipilih dan terpilih menjadi Khalifah, karena track record, bukan karena materi kampanye. Meskipun pidato Abu Bakar RA saat pemilihan calon Khalifah di Sqifah Bani Saidah begitu memukau. Pidato yang terbaik di antara para sahabat yang Allah SWT telah meridoi mereka semua. Begitu juga Umar RA, Usman RA, Ali RA, semuanya dipilih menjadi Khalifah karena track record. Bukan karena materi kampanye. Saat ini, ketika kita memilih calon pemimpin, maka rujukannya adalah track record. Materi kampanye hanya tambahan saja. Sebab, boleh jadi ada yang haus akan kepemimpinan, berharap untuk dipilih menjadi pemimpin dengan menyampaikan materi kampanye yang memukau, walau sebenarnya track recordnya masih jauh. Masih banyak pribadi lain yang mungkin kurang piawai berkampanye, tetapi memiliki track record yang luar biasa, baik dalam hal riayah (pelayanan), maupun keberanian (junnah) untuk melindungi jamaah. Track Record juga bisa dijadikan referensi untuk melakukan penyegaran kepemimpinan, yang sesuai dengan eranya. Karena setiap pemimpin ada zamannya, setiap zaman ada pemimpinnya. Era tertentu, membutuhkan pemimpin dengan kualifikasi tertentu. Pada fase pertumbuhan dan pengokohan ilmu dan tsaqofah, karakter pemimpin yang pendidik dan alim, menjadi jangkar utama kepemimpinan. Merekalah yang menjadi 'para guru bagi pendidikan jemaah' untuk menyiapkan 'prajurit-prajurit dakwah'. Pada fase pertarungan dan perebutan kepercayaan umat, maka karakter pemberani menjadi pertimbangan penting untuk melabuhkan pilihan. Mengingat pada fase ini bukan sekadar fase mendidik, tetapi fase mendidik sekaligus bertarung. Karakter seorang pendidik dan petarung, harus dijadikan pertimbangan. Fase pertarungan dibutuhkan karakter prajurit batalion tempur. Bukan prajurit yang baru dilatih di barak rindam. Butuh karakter pemimpin yang pendidik sekaligus petarung, yang berani pasang badan untuk jemaah. Kombinasi sifat dan karakter keutamaan pemimpin ini, lagi-lagi dapat diperoleh dari track record. Bukan dari materi kampanye, yang menyampaikan janji akan ini itu, akan begini dan begitu. Karena itu, perhatikanlah setiap orang yang meminta amanah kepemimpinan kepadamu. Perhatikanlah track recordnya. Materi kampanye hanya rujukan tambahan saja. []