Realisasi Penggunaan Dana BOK Puskesmas Mukomuko Capai Rp7,22 Miliar hingga Desember 2023

Obsessionnews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengumumkan bahwa realisasi penggunaan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk 17 puskesmas sejak April hingga awal Desember 2023 mencapai Rp7.229.708.472 dari total alokasi sebesar Rp13,54 miliar. Pengelola Program BOK Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Hevta menjelaskan, realisasi tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi dana BOK yang digunakan oleh 17 puskesmas di 15 kecamatan di wilayah tersebut. Laporan tersebut mencakup periode April hingga awal Desember 2023. "Realisasi penggunaan dana BOK sebesar Rp7,22 miliar itu berdasarkan hasil rekapitulasi dana BOK yang sudah digunakan oleh puskesmas,” ujar Hevta di Mukomuko, Rabu (13/12/2023). Hevta menjelaskan, dari alokasi dana BOK tersebut, realisasi penggunaan dana BOK pada April 2023 sebesar Rp800,59 juta, Mei Rp1,685 miliar, Juni Rp649,26 juta, dan Juli Rp337,81 juta. Kemudian, Agustus sebesar Rp905,87 juta, September Rp1,05 miliar, Oktober Rp930,48 juta, November Rp936,39 juta, dan Desember Rp936,39 juta. Hevta menyebutkan bahwa tidak ada realisasi penggunaan dana BOK selama tiga bulan terhitung sejak Januari hingga Maret 2023 karena kegiatan baru dimulai sejak April. Puskesmas diberikan kesempatan untuk menggunakan dana BOK tahap satu guna melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, lanjut Hevta, untuk tahun 2024 dana BOK untuk 17 puskesmas di Mukomuko sekitar Rp13,39 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023. Meskipun demikian, kegiatan pelayanan kesehatan yang bersumber dari dana BOK puskesmas tetap konsisten dengan kegiatan tahun 2023. Hevta menjelaskan, terdapat enam program pemerintah di bidang kesehatan yang akan dilaksanakan oleh 17 puskesmas, meliputi program pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal untuk balita, berbagai pelayanan kesehatan untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta percepatan perbaikan gizi masyarakat. Program lainnya meliputi upaya deteksi dini dan respons terhadap berbagai penyakit, pemberian insentif kepada Usaha Kecil Menengah (UKM), kegiatan penguatan kolaborasi puskesmas dengan klinik pratama dan TPMD dalam pelayanan program prioritas, serta manajemen puskesmas. (Antara/Poy)





























