Di Usia 83 Tahun, Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelocy Calonkan Kembali

Di Usia 83 Tahun, Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelocy Calonkan Kembali
Nancy Pelosi, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), mengatakan, dia akan mencalonkan diri kembali pada bulan November mendatang. Pelosi, 83, pertama kali terpilih di distriknya di San Francisco pada tahun 1987, sebelum menjabat dua periode sebagai pembicara antara tahun 2007-2011 dan 2019-2023. Dia memimpin Partai Demokrat di DPR selama dua dekade sebelum mundur sebagai pemimpin setelah Partai Republik memenangkan pemilu tahun lalu. Keputusannya untuk kembali mencalonkan diri tentu akan memicu kembali perdebatan mengenai usia para pemimpin politik AS. “Sekarang, lebih dari sebelumnya, kota kita membutuhkan kita untuk memajukan nilai-nilai San Francisco dan memajukan pemulihan kita,” tulis Pelosi dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. “Negara kita membutuhkan Amerika untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bendera kita masih ada, dengan kebebasan dan keadilan bagi SEMUA. Itu sebabnya saya mencalonkan diri kembali, dan dengan hormat meminta suara Anda,” tambahnya seperti dilansir BBC, Sabtu (9/9/2023). Pelosi adalah wanita pertama dalam sejarah AS yang menjabat sebagai ketua DPR dan telah memainkan peran penting dalam memajukan, atau menggagalkan, agenda banyak presiden. Dia banyak dipuji karena mengatur pengesahan undang-undang kesehatan yang menjadi ciri khas mantan Presiden Barack Obama, serta rancangan undang-undang untuk mengatasi infrastruktur dan perubahan iklim di bawah Presiden petahana Joe Biden. Pelosi juga secara langsung menantang Donald Trump selama masa kepresidenannya, dengan merobek salinan pidato kenegaraannya di belakang punggungnya. Dia mundur sebagai pemimpin Partai Demokrat setelah Partai Republik kembali merebut kursi DPR pada pemilu tahun lalu dan Kevin McCarthy terpilih sebagai ketua DPR setelah melalui proses yang panjang. Keputusan untuk berhenti dari jabatannya telah memicu spekulasi bahwa dia akan pensiun setelah pemilu sela tahun 2024. Namun media AS melaporkan bahwa ia menyampaikan kepada para penasihat dan aktivis terkemuka saat sarapan pada hari Jumat tentang rencananya untuk mencalonkan diri kembali, sebelum secara resmi mengumumkan langkahnya pada X. Keputusannya untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan ke-19 terjadi ketika negara tersebut merefleksikan bertambahnya profil usia para politisi terkemuka di negara tersebut. Presiden AS Joe Biden akan berusia 81 tahun saat ia mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024, sementara lawannya yang paling mungkin, mantan Presiden Donald Trump, akan berusia 78 tahun. Sementara itu, banyak yang mempertanyakan apakah petinggi Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, harus mundur setelah pria berusia 81 tahun itu tampak membeku untuk kedua kalinya dalam waktu sebulan di sebuah acara media pekan lalu. Jajak pendapat secara konsisten menunjukkan mayoritas warga Amerika, sekitar tiga perempatnya, mendukung batasan usia bagi orang-orang yang bertugas di Gedung Putih dan Kongres. Dan jumlah yang hampir sama mengatakan mereka khawatir usia Biden dapat memengaruhi kompetensi fisik dan mentalnya, menurut CNN. (BBC/Red)