LKPI: Publik Pilih Airlangga karena Punya Prestasi Pulihkan Ekonomi

LKPI: Publik Pilih Airlangga karena Punya Prestasi Pulihkan Ekonomi
Obsessionnews.com - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) kembali melakukan survei terkait dinamika politik menuju Pilpres 2024. Dalam Pilpres tersebut diyakini tak ada kontestan petahana karena Jokowi sudah dua kali menjabat sehingga akan lebih banyak pihak yang mencoba memanfaatkan momentum untuk kepentingan politiknya di Pilpres mendatang. Dinamika politik tidak hanya disebabkan aktivitas dari kalangan politisi, tapi para kepala daerah dan kalangan eksekutif juga akan berlomba meningkatkan popularitasnya demi Pilpres 2024. Calon pemimpin Indonesia ke depan harus memiliki kemampuan melakukan transformasi di bidang pembangunan sumber daya manusia. Itulah yang menjadi tantangan terbesar Indonesia di tengah gempuran teknologi sosial dan globalisme. Untuk kriteria yang harus dipenuhi calon pemimpin di masa depan, adalah mampu meningkatkan kualitas ekonomi dan sumber daya manusia Indonesia. Pasalnya, persaingan ekonomi ke depan akan semakin ketat. Baca juga: Airlangga Hartarto Peroleh Penghargaan Obsession Awards 2020 Kategori Best Minister  Direktur Eksekutif LKPI Heru Suyatno menyampaikan, metodologi Teknik penetapan sampel dilakukan adalah probability sampling dengan cara Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 2.380 orang. "Teknik pengumpulan data survei dilakukan dengan wawancara melalui tatap muka, sambungan telepon seluler dan Whatsapp Video Call secara langsung di 34 Ibu Kota Provinsi di Indonesia," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/12/2022). Di mana ada sekitar 1.88,6 juta masyarakat dari total keseluruhan 269,6 juta penduduk Indonesia- sudah menggunakan ponsel pintar. "Ini artinya, sekitar 70,1 persen penduduk Indonesia menjadikan ponsel sebagai sebuah perangkat primer," ungkapnya. Heru mengatakan, survei LKPI dilakukan lewat telpon dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama adalah cara yang paling mungkin dilakukan di tengah-tengah upaya warga melakukan social distancing untuk pencegahan pandemic Covid-19. "Untuk mendapatkan sampel yang proporsional dari responden yang memiliki telpon tersebut terhadap karakteristik populasi nasional dilakukan pembobotan terhadap sampel terpilih, " kata Heru. Sampel hasil survei divalidasi untuk memastikan posisi responden yang dijadikan sampel sebagai pemilik telepon seluler digunakan aplikasi HLR Lookup dan lacak dengan melihat kode area operator. Sampel dari hasil survei divalidasi dengan membandingkan komposisi demografi sampel dan populasi hasil sensus BPS 2020. Demografi tersebut meliputi, provinsi, gender, desa-kota, umur, etnis, dan agama. Bila ada perbedaan signifikan antara demografi sampel dan populasi, maka dilakukan pembobotan data sedemikian rupa sehingga komposisi demografi sampel menjadi proporsional terhadap populasi. Heru menyebutkan, margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2.01 % dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Survei dilakukan pada 22 November – 6 Desember 2022. Dari hasil survei ditemukan fakta bahwa masyarakat cenderung berpandangan negatif terhadap institusi parpol dan para politisi. Karena para politisilah yang mengisi lembaga DPR RI , persepsi terhadap DPR RI pun secara konsisten cenderung negatif. Menurut pendapat masyarakat dari temuan survei tingkat kepercayaan masyarakat kepada parpol dan DPR hanya berada di kisaran 41,7 persen. Ini angka terendah dibandingkan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden sebesar 86,2 persen, KPK 61,2 persen, POLRI 80,2 persen ,Kejaksaaan Agung 82,1% dan TNI 83,2 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan sebanyak 79,1 persen responden merasa sangat puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Maruf Amin dan sebanyak 9,3 persen tidak puas dan kecewa dan sebanyak 11,6 persen tidak memberikan penilaian. Baca juga: FOTO Airlangga Hartarto Pimpin Rakor Tentang Pangan Lalu tingkat kepuasan publik terhadap program strategis pemerintah disaat Pandemi Covid-19 selama dua tahun didapati bahwa masyarakat puas dengan pemulihan ekonomi nasional sebanyak 87,8 persen, kemudian puas dengan penanganan dan pencegahan Covid 19 sebanyak 67,8 persen, serta puas pemberian Bansos sebesar 76,8 persen. Terkait tokoh bakal capres, penilaian masyarakat terhadap tokoh bakal Capres 2024, didasarkan pada beberapa faktor ketika ditanyakan pada respoden di antaranya yang diharapakan oleh publik adalah tokoh yang didasarkan memiliki pengalaman di pemerintahan dan track record yang clean person sebanyak 88,7 %, didasarkan pada pengalaman di legislative sebanyak 64,9 %, didasarkan oleh kemampuan dan prestasi saat menjabat di pemerintahan sebanyak 80,3%, didasarkan pada pengalaman berorganisasi dan memimpin organisasi politik sebanyak 59,6%. Kemudian tingkat elektabilitas tokoh didasarkan pada empat ukuran perilaku spesifik dan aspek kepemimpinan transformasional untuk bakal Presiden RI ke 8 yang dipilih masyarakat (Responden) dengan simulasi nama nama tokoh yang di sodorkan pada responden. "Maka hasil survei menunjukan tingkat elektabilitas tokoh yang paling banyak dipilih oleh responden adalah Airlangga Hartarto sebanyak 17,20%, dan selanjutnya Prabowo Subianto yang dipilih oleh 16,20% responden," tutur Heru. Sementara itu, pada posisi ketiga ada nama Ganjar Pranowo yang dipilih oleh10,70 % responden Anies Baswedan dipilih sebanyak 7,40% diikuti oleh Puan Maharani yang dipilih oleh 4,7 % responden , Sri Mulyani yang dipilih oleh 4,60% responden dan ada nama Muldoko yang dipilih oleh 3,40% responden kemudian Gatot Nurmantyo yang juga dipilih oleh 3,20% responden, Erick Thohir 2,20% ,Sandiaga Uno 1,90% . Lalu Ridwan Kamil dipilih oleh 1,90% responden kemudian ada nama Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,80% responden, Agus Harimurti Yudhoyono yang juga dipilih oleh 1,70% responden, Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 1,70% Responden dan terakhir La Nyalla Mattalitti yang dipilih oleh 3,40%. "Sedangkan yang belum memilih ada 20,30% responden," ungkap Heru. Dia mengungkapkan, survei ini dibiayai oleh dana mandiri dari LKPI sebagai lembaga yang peduli dengan masa depan bangsa Indonesia. Menanggapi hasil survei LKPI, Pengamat Politik dan dosen dari Universitas Esa Unggul Syurya M Nur mengatakan, munculnya nama Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di hasil survei LKPI sebagai bukti bahwa sosok Airlangga Hartarto menjadi bakal calon presiden (Bacapres) yang diinginkan masyarakat Indonesia. "Adanya survei LKPI bukti Airlangga Hartarto masih di inginkan masyarakat karena adanya perubahan untuk kedepannya, presiden yang dekat dengan masyarakat, " kata Surya. Selain itu, adanya survei LKPI, Airlangga harus juga menyampaikan ke publik bahwa partai politik itu sudah sangat lebih baik. "Airlangga harus sampaikan ke publik jika partai politik sudah lebih baik lagi," ucap Surya. Dia menjelaskan, dengan melihat hasil survei itu sebagai peluang Airlangga sebagai Bacapres di 2024 sangat besar. "Peluang Airlangga sangat besar menang Capres 2024," Imbuhnya. Menurut dia, jika melihat naiknya elektabilitas Airlangga Hartarto, maka ini waktunya Airlangga memperlihatkan ke publik bahwa dia unggul dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonominya yang telah membawa perubahan ekonomi saat ini. "Airlangga harus memperlihatkan ke publik bahwa dia unggul dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonominya yang telah membawa perubahan ekonomi saat ini," jelasnya. (Poy)