Sosialisasi Empat Pilar Zainal Arifin Bicara Pentingnya Toleransi Creative Thinking

Obsessionnews.com - Sikap gotong royong dan toleransi antar sesama merupakan hal yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menciptakan rasa persatuan dan kesatuan yang utuh antar warga dalam menjalankan aktivitas bermasyarakat.
Hal ini disampaikan anggota DPD dari perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) Zainal Arifin A.md, Kep saat menggelar sosialisasi empat pilar Kebangsaan MPR RI di STT, Kabupaten Tenggarong, Kaltim pada Senin 8 Agustus 2022, yang dihadiri segenap civitas akademik, dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, sikap toleransi dan gotong royong dalam bermasyarakat sudah menjadi suatu kewajiban jika ingin bangsa ini kokoh. Hal ini juga sesuai dengan sila ke Pancasila, Persatuan Indonesia.
"Dalam hidup bermasyarakat, kita harus bisa berdampingan dalam perbedaan tak peduli agama, suku, rasa maupun budaya. Karena ini semua sudah termaktub di dalam Pancasila, sebagai ideologi bangsa,” tuturnya.
Zainal juga berpesan kepada warga untuk hidup rukun, dan welas asih tanpa adanya konflik yang menimbulkan perpecahan.
“Terlebih pada masa krisis ini seperti sekarang ini. Kita perlu saling bantu dan menjaga antar sesama. Yang sehat bantu yang dirawat, yang lapang bantu yang susah,” pungkasnya.
Dengan bekal pengatahuan dan karakter yang dimiliki oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tenggarong, pihaknya yakin keberadaan kampus ini bisa menciptakan genarasi yang unggul dan berakhlak dengan mutu kualitas pendidikannya.
"STT ini menjadi salah satu aset yang harus kita jaga, karena dengan wadah pendidikan ini, masyarakat Kaltim bisa maju, dan lebih beradab. Karena itu saya turut mengimbau kepada masyarakat Kaltim agar terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Dengan pendidikan inilah masyarakat bisa semakin sejahtera," terangnya.
Terlebih di era digital ini, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur ini menyatakan, mahasiswa dan masyarakat juga dituntut untuk berpikir kreatif. Tidak bisa lagi bekerja secara monoton, dan manual. Penguasaan teknologi menjadi sangat penting.
Ia menyebut, berdasarkan survei Ipsos berjudul The Global Advisor Wave 29, sebanyak 75 persen masyarakat Indonesia memilih menjadi lebih kreatif, kemudian hanya 25 persen yang ingin menjadi lebih pintar. Ini menunjukan berpikir kreatif sekarang sudah menjadi keharusan.
"Creative thinking memang sesuatu hal perlu dibiasakan dan harus terus diupayakan. Ini tidak bisa kita hindari, dunia sekarang sudah serba digital. Masyarakat juga perlu adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan," jelasnya. (Al)





























