Unsoed Kenalkan Varietas Unggul Padi Fungsional

Unsoed Kenalkan Varietas Unggul Padi Fungsional
Covid-19 hingga saat ini masih menjadi pandemi. Walaupun sudah dipertimbangkan jika beraktivitas apa saja di ruang publik, seperti ruang terbuka lebih aman dibandingkan ruang tertutup, jarak lebih renggang dibandingkan jarak rapat, dan waktu kunjungan lebih singkat lebih aman dibandingkan kunjungan lebih lama. Namun, pandemi ternyata tak mampu mematikan kreativitas Dosen Unsoed dari berbagai fakultas. Bahkan, dalam situasi pandemi, tetap kerja dan melahirkan kreasi untuk tetap menghidupi, di antaranya Kenalkan Varietas Unggul Padi Fungsional. Demikian diungkapkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) Ir Alief Einstein M.Hum usai mendampingi pemaparan salah satu anggota Tim Peneliti Dyah Susanti SP MP pada Minggu (10/4/2022). Peningkatan resiliensi masyarakat selama masa pandemi Covid-19 dua tahun ini terus diupayakan semua pihak. Unsoed melalui riset keilmuan yang bersifat multidisiplin, mendukung peningkatan ketangguhan masyarakat Desa Linggasari yang didominasi petani melalui pengembangan petani sehat dan berdaya, jelas dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Dyah Susanti SP MP. Disebutkan, tim peneliti yang diketuai Dr.Dwi Sarwani Sri Rejeki,S.KM,M.Kes. (Epid) dari Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed dan beranggotakan Dr.Dwita Dharmawati,S.E.,M.Si.Akt. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed), Dyah Susanti,S.P.,M.P. (Fakultas Pertanian Unsoed) bersama dr.M.Zaenuri Syamsu Hidayat,Sp.KF., M.Si.Med. (Fakultas Kedokteran Unsoed) berkolaborasi mengkaji dan merumuskan intervensi ilmu dan teknologi yang dapat meningkatkan kesehatan dan keberdayaan petani secara terintegrasi, dari berbagai aspek keilmuan, yaitu kedokteran, kesehatan masyarakat, ekonomi dan bisnis, serta pertanian. Menurutnya, kajian dan rumusan intervensi teknologi yang diterapkan dari aspek pertanian, adalah melalui pengenalan varietas unggul padi fungsional dan budidaya secara sehat. Budidaya sehat varietas unggul padi fungsional ini bertujuan mendorong agar petani mampu menghasilkan produk pertanian yang sehat, berdaya hasil dan bergizi tinggi, sehingga diharapkan petani memiliki nilai tawar yang tinggi dalam memasarkan produk pertaniannya, sekaligus sebagai langkah antisipasi jatuhnya harga gabah pada saat panen raya. Pada kaji terap yang dilakukan oleh Dyah Susanti bersama dua mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsoed yaitu Fahmi Adi Satria dan Aisyah Nur Rahmawati, dikaji pertumbuhan, produksi, dan kualitas hasil tiga varietas padi fungsional, yaitu padi protein tinggi Inpago Unsoed Protani, padi merah Inpari 24, dan padi hitam lokal genjah yang dibudidayakan secara organik dan dan non-organik. Dyah Susanti menjelaskan, melalui kaji terap yang juga disediakan sebagai showroom teknologi ini petani Desa Linggasari dapat mengenal, memahami dan membandingkan performa dan produksi ketiga varietas unggul padi fungsional yang dikaji dengan varietas yang biasa ditanam petani setempat dengan teknik budidaya yang selama ini dilakukan. "Budidaya secara organik juga diharapkan dapat memperbaiki daya dukung lahan melalui penyehatan tanah sekaligus menyiasati keterbatasan pupuk kimia bersubsidi," tandas dia. "Perbaikan kondisi tanah ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kembali produktivitas lahan yang telah mengalami perubahan karena penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus menerus dalam kurun waktu lama," tambahnya. Daya dukung lahan yang membaik, jelas dia, akan mampu menopang peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan. Selanjutnya Dyah Susanti menambahkan bahwa selain memperbaiki penguasaan teknologi para petani, kaji terap varietas unggul padi fungsional ini juga dimaksudkan sebagai inisiasi peningkatan ketersediaan bahan makanan yang dapat menambah asupan gizi masyarakat Desa Linggasari. Kecukupan pangan dan gizi, akan mendukung terbentuknya petani Seber, yaitu petani yang sehat dan berdaya. Selain untuk meningkatkan kecukupan gizi petani dan masyarakat, Desa Linggasari diharapkan lebih lanjut dapat menjadi sentra produksi beras fungsional yang juga dapat mendukung ketersediaan beras bergizi bagi masyarakat luas, tidak terbatas pasa masyarakat setempat. Pada pelaksanaan panen kaji terap hari Jumat 8 April 2022, hadir Kepala Desa Linggasari ITuti Irawati, S.Sos. dan Ketua Gapoktan Desa Linggasari, Sucipto Toto Susworo bersama para petani, tim riset keilmuan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Kepala Desa dalam sambutannya menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap riset dan program yang sedang dilaksanakan dalam rangka mengupayakan ketangguhan Desa Linggasari melalui penguatan petani sehat dan berdaya. Ketua Gapoktan juga menyampaikan respon positif para petani, bahwa varietas-varietas unggul padi fungsional yang dikenalkan pada kaji terap ini, khususnya padi protein tinggi dan padi merah menunjukkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibanding padi-padi yang sebelumnya dikembangkan petani Desa Linggasari. Hal ini, lanjutnya, menumbuhkan antusiasme para petani untuk mengembangkan lebih lanjut, dan semakin banyak nantinya yang membudidayakan pada musim tanam berikutnya, khususnya padi protein tinggi Inpago Unsoed Protani. Beberapa petani yang juga telah mencoba menanam varietas ini, melaporkan mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan pengalaman menggunakan varietas lain sebelumnya. "Kontribusi Unsoed bagi petani Desa Linggasari melalui kaji terap riset keilmuan yang difasilitasi LPDP ini akan terus berlanjut melalui sinergi dengan pemerintah, industri, dan komunitas masyarakat," tandasnya. (Red)