14 Negara Bisa 'Musnah' Jika Perang Dunia III Terjadi, RI Juga?

Gawat! Sebanyak 14 negara diperkirakan bisa 'musnah' (kiamat) apabila Perang Dunia III terjadi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. Apakah Indonesia juga bakal ikut 'musnah' terkena dampaknya? Kondisi geopolitik dunia semakin memanas setelah serangan pasukan militer Rusia ke Ukraina. Akibatnya, sebanyak 14 negara berpotensi bakal terkena dampaknya. Konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan AS dan NATO tersebut diyakini bisa memicu Perang Dunia ke-3 (World War III). Begitu yang dijelaskan seorang pejabat senior Ukraina kepada Sky News. Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS, Mark Milley menyebut perang adalah hal mengerikan. Dampaknya adalah membuat banyak korban berjatuhan, begitu juga dari pihak Rusia. Nyatanya, dampak perang ini pun juga memiliki efek besar kepada Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun memberikan perhatian khusus terhadap kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina. Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, ketegangan ini memicu ketidakstabilan di pasar global. Sementara, indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot. Bila kondisi ini tidak terkendali, maka bisa mempengaruhi harga komoditas, khususnya energi. Indonesia sebagai pengimpor bahan bakar minyak (BBM) akan terkena imbas cukup berat dari sisi APBN maupun inflasi. "Itu pengaruhi dampak ke komoditas energi baik gas dan minyak," ujarnya. Kondisi geopolitik lain yang menjadi perhatian adalah tensi tinggi antara China dan Amerika Serikat (AS). Baru saja pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengizinkan diplomatnya yang berada di China untuk meninggalkan negara itu. "Jadi ini yang kita kelola di 2022," tegas Sri Mulyani. Berikut ini daftar 14 negara yang berpotensi terdampak jika perang dunia ketiga terjadi seperti dihimpun Listsurge: 1. India 2. Mesir 3. Perancis 4. Korea Selatan 5. Iran 6. Inggris 7. Pakistan 8. Israel 9. Afghanistan 10. China 11. Rusia 12. Suriah 13. Korea Utara 14. Amerika Serikat Jerman Segera Kirim 2.700 Misil Anti-Pesawat Tempur ke Ukraina Pemerintah Jerman akan mengirim misil anti-pesawat ke Ukraina untuk mengimbangi serangan roket jet tempur Rusia. Mengutip AFP, total misil yang akan dikirim Jerman ke Ukraina sebanyak 2.700 unit. Ini merupakan bantuan kedua Jerman untuk menyuplai senjata berat menyokong Ukraina bertahan dari agresi Rusia. Sebelumnya, Jerman juga memberikan bantuan senjata anti-tank dan 500 misil pertahanan udara kepada Ukraina untuk membendung serangan Rusia. Selain itu Jerman juga menyetujui pengiriman 400 peluncur roket anti-tank melalui Belanda ke Ukraina. Peluncur roket anti-tank itu telah dibeli Belanda dari Jerman. Namun Belanda meminta lampu hijau Jerman untuk menyerahkannya ke Ukraina. Bantuan Jerman ini disebut menjadi indikasi perubahan kebijakan negara itu. Pemerintah Jerman sebelumnya membuat aturan melarang ekspor senjata ke zona konflik. Jerman juga menyetujui permintaan Estonia mentransfer senjata darat Howitzers tua yang dibeli dari eks komunis Jerman Timur ke Ukraina. Selain senjata itu, 14 kendaraan lapis baja akan diserahkan ke Ukraina untuk perlindungan personel jika dibutuhkan dalam misi evakuasi serta 10 ribu ton bahan bakar yang bakal dikirim dari Polandia. (CNBCIndonesia/CNN/Red)





























