Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, Kementerian PUPR Tata Kawasan Suci Pura Besakih

Jakarta, obsessionnews.com - Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia memiliki daya tarik yang identik dengan seni, budaya, dan keagamaan. Dalam upaya memberikan kenyamanan antara sektor pariwisata dengan kegiatan keagamaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menata kawasan suci Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, yang merupakan pusat peribadatan umat Hindu di Bali dan sekaligus sebagai destinasi wisata kelas dunia. Baca juga:Komisi V DPR Apresiasi Realisasi Serapan Anggaran Program Dukungan Manajemen Kementerian PUPR Tahun 2021Dukung Pengembangan Ekonomi, Kementerian PUPR Bangun Berbagai Infrastruktur Konektivitas di Kalsel
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan fisik penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah. *Yang terpenting dari penataan kawasan ini untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata. Pada upacara besar kondisinya akan sangat ramai. Untuk itu akan dibuat alur masuk dan keluar yang berbeda, sehingga tidak ada penumpukan, termasuk sirkulasi jalan untuk kendaraan akan diatur," kata Basuki seperti dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian PUPR, Selasa (31/8/2021). Peletakan batu pertama tanda dimulainya pekerjaan fisik telah dilakukan pada Rabu (18/8/2021) lalu dan dikerjakan selama 540 hari kalender sejak tanggal kontrak. Adapun pekerjaan yang dilakukan yakni peningkatan kapasitas tempat parkir dan penataan sarana dan prasarana penunjangnya pada Area Manik Mas, serta penataan bangunan kios pedagang dan utilitas dalam rangka perlindungan Kawasan Pura Agung Besakih di area masuk atau Area Bencingah. (red/arh)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan fisik penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah. *Yang terpenting dari penataan kawasan ini untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata. Pada upacara besar kondisinya akan sangat ramai. Untuk itu akan dibuat alur masuk dan keluar yang berbeda, sehingga tidak ada penumpukan, termasuk sirkulasi jalan untuk kendaraan akan diatur," kata Basuki seperti dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian PUPR, Selasa (31/8/2021). Peletakan batu pertama tanda dimulainya pekerjaan fisik telah dilakukan pada Rabu (18/8/2021) lalu dan dikerjakan selama 540 hari kalender sejak tanggal kontrak. Adapun pekerjaan yang dilakukan yakni peningkatan kapasitas tempat parkir dan penataan sarana dan prasarana penunjangnya pada Area Manik Mas, serta penataan bangunan kios pedagang dan utilitas dalam rangka perlindungan Kawasan Pura Agung Besakih di area masuk atau Area Bencingah. (red/arh)




























