Taliban: Wanita di Afganistan Wajib Pakai Jilbab!

Juru Bicara Taliban di Doha, Suheil Shaheen, menegaskan, wanita di Afghanistan harus mengenakan jilbab Islami. Suheil Shaheen Selasa (24/8/2021), mengungkapkan bahwa perempuan di Afghanistan diharuskan mengenakan jilbab sebagai kewajiban syariah yang dipahami kelompok ini. Juru Bicara Kantor Politik Taliban di Qatar menambahkan bahwa banyak wanita, termasuk jurnalis dan pembicara telah melanjutkan aktivitas mereka di Afghanistan. Tampaknya, kemungkinan para wanita Afghanistan khawatir hak kebebasan yang selama dua dekade terakhir, termasuk hak mereka atas pendidikan, pekerjaan dan kebebasan dasar, akan hilang ketika Taliban berkuasa. Pasalnya, juru bicara Taliban sempat mengeluarkan pernyataan tentang kegiatan perempuan di Afghanistan datang ketika melarang beberapa presenter TV dan jurnalis perempuan untuk bekerja. Taliban Kepung Lembah Panjshir dari Tiga Arah Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid mengatakan kami telah mengepung pasukan perlawanan yang berkumpul di Lembah Panjshir, tapi kami tetap mengupayakan dialog. “Pasukan Taliban disebarkan di dekat Panjshir dan mengepung daerah itu dari tiga arah, tetapi kami berusaha menyelesaikan masalah ini secara damai,” kata Mujahid dalam sebuah tweet, seperti dilansir AFP dari Kabul, Senin (23/8/2021). Taliban sebelumnya mengumumkan bahwa ratusan pasukannya telah bergerak ke Provinsi Panjshir, karena pejabat lokal menolak menyerah kepada Taliban secara damai. Sementara itu, juru bicara Biro Politik Taliban, Mohammad Naim menuturkan kami ingin menyatukan Afghanistan. Jadi, sistem yang berbeda tidak boleh ada, tetapi beberapa pihak ingin menciptakan masalah dan jalan terakhir adalah perang. Ahmad Massoud telah memperingatkan Taliban jika masuk ke Provinsi Panjshir, namun ia juga menyatakan siap berdialog dengan Taliban. (ParsToday/Red)





























