EPL Revisi Aturan VAR: Cegah Tipu Wasit di Kotak Penalti

Liga Primer Inggris (EPL) resmi merevisi aturan Video Assistant Referee (VAR) menjelang musim kompetisi 2021/22. Dua yang utama yakni mencegah diving pemain dan memimalkan kontroversi keputusan offside. Wasit kini bakal lebih mempertimbangkan motif pemain dan konsekuensi kontak saat ada yang dijatuhkan di kotak penalti. Kuku kaki/hidung yang offside musim lalu akan menjadi on. Kontak minimal bagi yang hobi jatuh di kotak 16 tidak akan semudah itu lagi dapat penalti. Wasit dan ofisial VAR diminta untuk mempertimbangkan bagaimana tingkatan kontak yang dilakukan bek, konsekuensi, dan juga niatnya. Artinya, pemain juga harus lebih mempertimbangkan untuk menjatuhkan diri di kotak 16 dengan niat mendapatkan tendangan penalti. Wasit akan menghentikan permainan karena hanya akan dianggap pelanggaran bagi lawan, bahkan yang berujung dengan kartu kuning. “Tujuan dari kriteria baru ini adalah untuk mendorong lebih banyak lagi ‘permainan mengalir bebas’ [terbuka],” ucap kepala wasit Liga Primer, Mike Riley. "Pada dasarnya, kami ingin pendekatan ini memungkinkan pemain untuk lebih mengeluarkan kemampuan terbaik dan mengekspresikan diri, dan memungkinkan kompetisi lebih mengalir.” "Itu berarti tim wasit, baik wasit dan ofisial VAR, tidak melakukan intervensi untuk pelanggaran sepele. Ini benar-benar terjadi: 'Mari kita ciptakan permainan yang mengalir bebas, di mana ambang intervensi baik untuk wasit dan VAR lebih berkualitas dari musim sebelumnya’.” “Pesan yang jelas melalui survei adalah adalah tentang kontak. Jadi, prinsip yang kami tetapkan adalah wasit harus memutuskan tingkatan kontak yang terjadi, dan memutuskan apakah itu kontak yang jelas, lalu memutuskan: 'Apakah kontak itu memiliki konsekuensi?’ atau 'Apakah pemain menggunakan kontak itu untuk benar-benar mencoba dan mendapatkan penalti?’.”\ "Jadi tidak cukup hanya mengatakan: 'Ya, ada kontak'. Saya pikir, sebagian, kami masuk ke kerangka berpikir itu dengan analisis forensik yang berlanjut ke VAR. Jadi, tingkatan kontak itu sendiri adalah bagian dari apa yang wasit harus putuskan.” "Pertimbangkan konsekuensi, pertimbangkan motivasi pemain juga. Jika terlihat kontak yang jelas yang memiliki konsekuensi, maka itulah yang harus diputuskan menjadi penalti. Jika Anda ragu dalam elemen itu, kecenderungannya adalah bukan penalti.” “Kami membuat kesalahan lagi musim lalu di mana ada kontak yang jelas, tapi seorang pemain memilih untuk tidak jatuh, melebar, dan kehilangan penguasaan bola. Kami harus kembali dan memberinya penalti. Saya pikir jika kami melakukannya, itu akan meyakinkan pemain, itu pendekatan kita.” “Saya pikir itu menggerakkan tombol kembali ke tempat di mana kita mungkin berada di dunia pra-VAR,” tambahnya. Bagaimana dengan aturan offside? Aturan baru ini juga akan menghasilkan lebih sedikit tinjauan VAR yang panjang untuk menentukan offside dalam memutuskan sebuah gol. Penggunaan VAR dalam kasus-kasus di mana seorang pemain mungkin sedikit offside telah terbukti kontroversial, tapi pendekatan baru ini diharapkan dapat mempermudah wasit. Ofisial sekarang akan menggunakan garis yang lebih tebal dari sebelumnya dan jika garis yang digunakan untuk menunjukkan posisi penyerang menyatu dengan garis yang menunjukkan bek, itu akan dianggap onside. “Kami kini secara efektif memperkenalkan keuntungan dan keraguan untuk para penyerang,” ucap Riley. “Jadi, di mana Anda memiliki situasi offside yang sangat dekat, kami terus mengikuti proses yang sama yang kami lakukan tahun lalu dengan VAR. Jadi Anda akan menerapkan garis satu piksel, Anda akan menempatkan garis penyerang dan garis pertahanan.” “Anda kemudian akan memasang garis siaran yang lebih tebal dan ketika mereka tumpang tindih, situasi itu sekarang akan dianggap sebagai onside.” “Jadi apa yang akan kami berikan kembali ke permainan adalah 20 gol yang dianulir musim lalu, dengan menggunakan pengawasan forensik yang cukup. Jadi kuku kaki, hidung... Mereka mungkin offside tahun lalu, musim depan mereka on,” pungkasnya. Adapun EPL musim 2021/22 bakal dibuka dengan laga Brentford kontra Arsenal di Stadion Brentford Community, Sabtu (14/8/2021) dini hari WIB. (Goal.com/Red)





























